triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji mengatakan target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalbar untuk kedepannya bisa mencapai angka 69,5%. Guna mendorong kenaikan IPM tersebut diperlukan langkah dengan menggunakan 54 Indikator Indeks Desa Membangun (IDM).
“Kalau desa sudah baik semua, sehingga tidak ada Desa Tertinggal dan Berkembang itu semuanya bakal bagus. Karena hampir semua indikator IPM itu ada irisan dari indikator IDM. Dalam indikator IDM, Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Perangkat Desa setempat akan mengetahui sektor apa yang menjadi kelemahan di desa mereka,” katanya dalam kegiatan Deseminasi Rencana Aksi Peningkatan IPM Provinsi Kalbar Tahun 2023-2025, yang turut dihadiri Deputy Activity Director USAID ERAT, Luce Bulosan, dan Bupati/Walikota se-Kalbar serta Seluruh Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalbar di Hotel Mercure Pontianak, Senin (27/2/2023).
Sutarmidji mengungkapkan, di sektor ekonomi atau perbankan seperti KUR, akses kredit misalnya, menurutnya hal ini lebih banyak dimasyarakatkan ke UMKM, bukan untuk pemodal besar.
“Jika di sektor pendidikan, tugas provinsi menghitung harapan lamanya belajar. Ini hampir semuanya sudah diatas 9 tahun. Bahkan sudah ada yang diatas 13 tahun, artinya tugas Provinsi berjalan dengan baik, karena SMA/SMK sudah sampai ke situ. Jangan sampai ada yang masih dibawah itu,” ujarnya.
Bupati/Walikota diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik, serta menyusun program yang sejalan dengan indikator – indikator IDM.
“Saya minta seluruh Pemda berkoordinasi semua hal dengan BPS, karena Pemerintah Pusat segala bantuan dalam bentuk apapun tetap berpedoman pada Data Statistik. Biarpun kita bilang data kita begini begitu, itu tetap Data Statistik yang dilihat. Untuk Program harus menyangkut indikator, kalau capaiannya tidak ada di indikator IDM tersebut, programnya tidak akan nyambung,” ujarnya. (*)











