triggernetmedia.com – Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon menegaskan menjaga keutuhan NKRI merupakan kewajiban semua pihak.
“Khususnya lintas tokoh dan dunia pendidikan dalam menangkal paham intoleransi dan radikalisme di kab Bengkayang,” ujarnya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan Tema ” Optimalisasi Peran Lintas Tokoh Dalam Menangkal Paham Intoleransi dan Radikalisme di Kabupaten Bengkayang. Selasa (25/10/2022).
FGD ini juga menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Ketua FKUB Kalimantan Barat, Ismail Ruslan, KABINDA Kalbar Brigjen. Rudy Tranggono dan Vikjen Keuskupan Agung Pontianak, Prof. Dr. William Chang, OFM Cap.
Ketiga narasumber yang dihadirkan panitia ini diharapkan dapat menggugah seluruh peserta dan tamu undangan untuk mengimplementasikan komitmen Kebangsaan yang bernafaskan keberagaman Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai ikatan PANCASILA, NKRI dan UUD 1945.
Dalam paparannya, Ketua FKUB Propinsi Kalbar, Ismail Ruslan menggarisbawahi kerja sama antar umat beragama dan etnis beserta seluruh stakeholder merupakan cara jitu menangkal intoleransi dan radikalisme di kabupaten Bengkayang.
Sementara, Prof.Dr William, selaku wakil uskup Keuskupan Pontianak menekankan, kegiatan FGD merupakan sebuah usaha dari FKUB untuk menyuburkan benih-benih moderat yang ada di Kalimantan barat terutama di daerah bengkayang.
“Dan serta bagaimana membuat supaya benih-benih makin berbuah dan berbuah di masa depan kalau ini benar-benar berkembang di masa depan maka unsur-unsur yang bisa mengikis suasana moderat dan toleran, akan semakin sulit terkikis,” ujarnya.
“Perlu langkah-langkah kongkrit yang terus menerus dari lingkup paling kecil dari diri sendiri kemudian dari keluarga, sekolah, tempat kerja dan seterusnya menjadi lokasi lokus khusus untuk menyemai benih moderasi dan sekaligus toleransinya dalam bingkai kerja sama yang baik satu dengan yang lain supaya apa yang di rencanakan dapat terwujud,”jelas Prof.Dr William.
Beralih ke Brigjen. Rudy Tranggono, selaku KABINDA dirinya mengatakan, dinamika kehidupan sosial masyarakat menjelang tahun-tahun politik meningkat, sehingga inisisasi yang di ambil oleh FKUB untuk membangun narasi keberagaman dan toleransi itu sangat penting.
“Ini mengingat kita menghadapi ancaman politik identitas dan primodial kelompok-kelompok tertentu sehingga kita secara bersama sama baik pemerintah daerah tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh pemuda dan kita dari FKUB untuk memberikan edukasi,” ungkap Brigjen Rudy Tranggono.
“Ttentunya harapan kita bersama adalah kita bisa tetap menjaga dinamika sosial yang baik sehingga kita bisa nyaman di dalam menjalankan semua kehidupan ini khususnya di Bengkayang lebih umum di Kalimantan barat,” katanya menambahkan.
Melalui GFD ini pada akhirnya sepakat, kemudian mendeklarasikan atas nama Tokoh Lintas Agama, Etnis, Masyarakat Beserta Forkopimda Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk meningkatkan toleransi, kerukunan dan kerjasama antar umat beragama dan etnis sebagai upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di kabupaten Bengkayang.
.




