triggernetmedia.com – Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Disdikbud Kabupaten Landak, Bonivasius mengatakan, pendidikan merupakan komponen penting untuk menciptakan peradaban sehingga pendidikan memegang peran penting demi terciptanya sistem belajar yang terpadu.
“Mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah Atas wajib dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang prinsip. Kurikulum Merdeka adalah keleluasaan guru atau pengajar dalam memilih dan menyusun perangkat ajar sehingga pembelajaran lebih variative dan menyesuaikan diri dengan peserta didik,” katanya mewakili Kadisdikbud Landak yang berhalangan hadir pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Bagi Guru dan Kepala PAUD (TK, KB, dan SPS) Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2022 yang akan dilaksanakan dari tanggal 24-26 Oktober 2022, di Aula Tarigas Borneo. Senin (24/10/2022).
Bonivasius menyebut, konsep implementasu dari Kurikulum Merdeka ini begitu menarik karena pada prinsipnya lebih berfokus pada materi esensial seperti teknik literasi dan numerasi daripada menghafal.
“Terhitung sejak tahun 2020 dimana Kurikulum Merdeka ini dibuat untuk memberikan gambaran pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19. Namun hingga sekarang, implementasi Kurikulum Merdeka ini masih dijadikan opsi kepada satuan pendidikan bersangkutan. Makna dari opsi ini adalah satuan pendidikan bebas untuk mengimplementasikannya di sekolah masing-masing atau masih menerapkan kurikulum 2013 dalam pembelajarannya sehari-hari,” jelasnya, Rabu (26/20/2022).
Kemendikbudristek RI, sambung Bonivasius, mengarahkan Kurikulum Merdeka menyesuaikan diri terhadap perubahan atau adaptasi sekolah. Kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh pada tahun 2024.
“Tujuannya jelas, karena kurikulum ini ingin memajukan pemikiran anak bangsa dan memudahkan guru dalam memberikan akses pendidikan kepada murid,” ujarnya.
“Kurikulum Merdeka memiliki karakteristik utama yang sifatnta untuk mendukung sekaligus menyokong pemulihan pembelajaran, yaitu pembelajaran berorientasi proyek dalam pengembangan soft skill sesuai dengan karakter Profil Pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial agar lebih dalam memahami kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. dan guru dibolehkan untuk melakukan kreativitas mengajar sesuai dengan kompetensi peserta didik dan menyesuaikan diri pada konteks muatan lokal,” paapar Bonivasius.
Dikatakan, fokus utama pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka karena selain memudahkan siswa untuk meningkatkan skill yang diinginkan, guru juga dimudahkan dengan akses-akses pada pembelajarannya. Kurikulum Merdeka juga tidak hanya ada di sekolah tingkat dasar maupun tingkat menengah keatas, namun tentu dimulai dari sejak PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini.
“Saya berharap dengan dilaksanakannya Bimtek ini segenap Kepala PAUD dan Guru PAUD di Kabupaten Landak siap menjadi pelaku perubahan, merubah mindset dalam pengelolaan pembelajaran yang konvensional untuk mengikuti kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang menjadi tantangan semakin berat ke depan, agar kedepannya bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bertanggung jawab,” pungkas Bonivasius.




