triggernetmedia.com – Timnas Indonesia mendapat banyak puja-puji setelah meraih poin perdana di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan menahan imbang Thailand, Jumat (4/6/2021) dini hari WIB.
Ini menjadi kali pertama Timnas Indonesia mengoleksi poin di Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah dalam lima pertandingan sebelumnya –masih dilatih Simon McMenemy dan Yeyen Tumena– selalu mengalami kekalahan.
Selain puja-puji dari masyarakat, sanjungan terkait penampilan Timnas Indonesia kontra Thailand juga datang dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Dia mengapresiasi kinerja para penggawa muda Merah Putih.
“Tentu hasil ini harus kita syukuri. Pemain timnas Indonesia yang didominasi pemain-muda mampu bermain dengan penuh semangat dan ini modal bagus untuk menghadapi laga selanjutnya melawan Vietnam dan Uni Emirat Arab,” kata Iriawan dalam rilis PSSI.
“Saya hampir setiap hari terus memberikan semangat kepada pemain, pelatih dan ofisial untuk terus berjuang demi Merah Putih selama di Dubai.
Setelah Thailand, Timnas Indonesia bakal meladeni Vietnam pada 7 Juni di Stadion yang sama. Setelah itu pada 11 Juni 2021 bakal menghadapi tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Zabeel, Dubai.
“Semoga pada laga selanjutnya Indonesia mampu meraih hasil yang maksimal,” pungkas lelaki yang akrab disapa Iwan Bule itu.
Shin Tae-yong Bangga Banget
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memuji kerja keras penggawa Merah Putih setelah sukses menahan imbang Thailand dalam lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Jumat (4/6/2021) dini hari WIB.
Shin Tae-yong bangga Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan mampu mengimbangi permainan Thailand dalam laga yang berakhir 2-2 di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) itu.
Dalam ajang ini, pelatih asal Korea Selatan itu memilih pendekatan berbeda dalam mempersiapkan skuad. Shin lebih banyak membawa pemain muda yang minim pengalaman internasional ketimbang wajah-wajah senior.
Menurut Transfermarkt, ata-rata usia skuad Timnas Indonesia di ajang ini adalah 22,8 tahun, alias jadi yang termuda di antara peserta Grup G yang diisi Thailand, Vietnam, Malaysia, serta Uni Emirat Arab (UEA).
“Terima kasih untuk semua pemain karena sampai akhir terus bekerja keras. Hanya satu orang yang sekarang ada disebelah saya, Evan Dimas yang memiliki pengalaman bermain di level ini,” kata Shin Tae-yong dalam jumpa pers usai laga.
“Tetapi sampai akhir semua pemain bekerja keras. Saya berharap ke depan semua bekerja keras terus seperti saat lawan Thailand,” tambah juru taktik 52 tahun tersebut.
Dalam laga ini, skuad Garuda tertinggal lebih dulu saat pertandingan baru berjalan lima menit oleh Narubadin Weerawatnodom, sebelum menyamakan kedudukan lewat I Kadek Agung Widnyana pada menit ke-39.
Memasuki babak kedua, tim besutan Shin Tae-yong kembali kebobolan cepat pada menit ke-50. Adalah Adisak Kraisom yang kali ini membobol gawang Nadeo Argawinata.
Kembali tertinggal membuat motivasi pemain Timnas Indonesia terlecut. Kendati kalah dominan dalam penguasaan bola maupun penciptaan peluang, mereka sukses menyamakan kedudukan lima menit berselang.
Berawal dari serangan cepat dari sisi kiri kotak penalti, Egy Maulana Vikri melepaskan tembakan kaki kiri yang masih mampu dihalau para pemain Thailand.
Namun, sepakan itu jatuh di kaki Evan Dimas yang lolos dari jebakan offside di dalam kotak penalti tim bejuluk War Elephants.
Pemain Bhayangkara FC itu tak menyia-nyiakan kesempatan dengan mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Thailand.
Sumber : Suara.com





