triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, membuka Kegiatan Gawai Dayak ke XXXV Tahun 2021 di Rumah Betang Pontianak, Selasa (1/6/2021). Dalam sambutannya Wagub Kalbar menyampaikan bahwa perhelatan Gawai Dayak bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni dan diperingati oleh masyarakat seluruh Indonesia.
“Di mana di bawah (kaki) Burung Garuda itu, di bagian bawahnya itu tertulis kalimat Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya walaupun kita berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia. Pesan moral yang ingin disampaikan, bahwa kita masyarakat Kalimantan Barat terdiri dari berbagai suku, berbagai adat istiadat, dan berbagai agama. Maka dari itu, mari kita saling hormat menghormati, saling beriringan tangan untuk membangun Kalimantan Barat yang kita cintai,” kata H. Ria Norsan.
Dikatakannya, kalau sudah saling menghormati satu dengan yang lainnya, dirinya meyakini bahwa masyarakat Kalimantan Barat akan kuat dan dapat membangun Kalimantan Barat dengan baik.
“Apapun rintangan dan halangan akan dapat kita hadapi bersama-sama,” ujarnya.
Saat ini, sambung Norsan, dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Menurutnya, kegiatan Gawai Dayak yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya, tidak dapat dilaksanakan seperti biasanya.
“Namun pada hari ini kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Mudah-mudahan masyarakat Dayak khususnya dapat memaknai peringatan ini dengan sebaik-baiknya,” harap Norsan.
Dalam memahami pekan Gawai Dayak ke XXXV Kalbar Tahun 2021 ini, Norsan menegaskan, tidak semata-mata terfokus kepada seremonial belaka. yang terpenting adalah apresiasi terhadap nilai-nilai positif, pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan pemanfaatan kebudayaan daerah, sehingga dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan.
“Kita harus mampu memotivasi pekan Gawai Dayak selanjutnya, guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Barat dan mempersiapkan langkah-langkah strategis yang memiliki daya tarik tersendiri milik Kalimantan Barat,” pesannya.
Norsan menyatakan, Gawai Dayak telah berhasil meningkatkan perekonomian rakyat kecil di berbagai kalangan tanpa batasan suku, agama, dan ras. Perayaan ini juga merupakan sumbangsih seni budaya Dayak kepada seluruh masyarakat Kalbar, juga Kalimantan secara umum, dan masyarakat secara Nasional maupun Internasional.
Selain sumbangsih pada bidang ekonomi, Norsan juga menyebut, perayaan Gawai Dayak juga membuka ilmu pengetahuan untuk mengenal keberagaman subsuku Dayak. Kemudian pembinaan pelatihan dan berbagai ilmu untuk menciptakan karya kreatif, serta sumbangsih bagi ilmu pengetahuan, khususnya sosiologi dan antropologi untuk mengenal keberagaman melalui event budaya.
Sementara itu, Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalbar, Eugene Yohanes Palaunsoeka menyampaikan, pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Tahun ini harusnya menjadi Perayaan ke XXXVI. Namun Tahun kemarin, kondisi Pandemi Covid-19, Sekberkesda Kalbar memutuskan untuk tidak melaksanakan Pekan Gawai Dayak ke XXXV.
“Ini Pekan Gawai Dayak ke XXXV. Harusnya tahun ini Pekan Gawai Dayak ke XXXVI. Tahun lalu kita tidak melaksanakan, jadi kita laksanakan tahun ini,” kata Eugene Yohanes Palaunsoeka.
“Pekan Gawai Dayak ini adalah bukti konkrit dari kerja Sekberkesda dalam menggali, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Dayak sebagai salah satu Budaya Nasiona,” katanya menambahkan.
Pelaksanaan Pembukaan Kegiatan Gawai Dayak ke XXXV Tahun 2021 dilaksanakan secara terbatas, serta tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiarkan secara langsung melalui platform media sosial. (*)
