Dorong RUU PKS, KSP Inisiasi Bentuk Gugus Tugas di Kementerian Lembaga

Trigger Netmedia - 11 Februari 2021
Dorong RUU PKS, KSP Inisiasi Bentuk Gugus Tugas di Kementerian Lembaga
Masyarakat dari berbagai aliansi melakukan aksi damai bertajuk stop kekerasan seksual di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (8/12). - (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

triggernetmedia.com – Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan pihaknya menginisiasi pembentukan gugus tugas kementerian dan lembaga, untuk mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Moeldoko menuturkan Gugus tugas tersebut berfungsi untuk mengawal kinerja politik, aspek substansi dan komunikasi media. Sehingga pembahasan RUU PKS di DPR berlangsung efektif dan segera dapat diundangkan.

 

“Sehingga RUU PKS bisa selesai tahun ini, serta jadi landasan Pemerintah dalam menghapus kekerasan yang tidak berkeperimanusiaan ini,” ujar Moeldoko saat memimpin rapat koordinasi tingkat K/L terkait RUU PKS, dalam keterangannya, Rabu (10/2/2021).

Rencananya, kata Moeldoko, gugus tugas tersebut beranggotakan KSP, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian Indonesia.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Tak hanya itu, Moeldoko menegaskan, rencana pembentukan gugus tugas RUU PKS sesuai dengan tugas KSP, yakni monitoring, evaluasi serta debottlenecking masalah terkait Program Prioritas Presiden.

“Dalam hal ini, perlindungan warga negara yang bersifat paripurna dan inklusif merupakan bagian program prioritas tersebut, termasuk perlindungan terhadap kekerasan seksual bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya,” tutur Moeldoko.

Pemerintah kata Moeldoko menyambut baik inisiatif DPR terhadap RUU PKS dan mencermati dengan seksama dinamika yang terjadi dalam proses-proses politik maupun substantif sejak awal.

 

Namun demikian, RUU PKS sempat mengalami penundaan dalam pembahasan dan tidak di carry-over pada DPR pada masa kerja 2019-2024.

Akibatnya, kata Moeldoko, RUU PKS tidak masuk dalam prolegnas 2020.

 

“Hal tersebut memunculkan kekecewaan dari masyarakat luas seiring terus meningkatnya kasus kekerasan seksual, terutama pada anak-anak perempuan,” ucapnya.

 

Ia menegaskan kekerasan seksual harus dihapuskan karena dapat menghancurkan masa depan anak-anak Indonesia.

Kekerasan seksual harus dihapuskan karena secara tragis  menghancurkan masa depan anak-anak Indonesia yang diharapkan akan melanjutkan estafet bangsa menjadi Indonesia yang tangguh dan maju,” ucap Moeldoko.

 

Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani menambahkan, gugus tugas untuk mengawal RUU PKS, memerlukan intensitas dan kapasitas dari kementerian dan lembaga dan juga perlu melibatkan organisasi masyarakat perempuan.

“Sehingga rencana kolaborasi ke depan bisa berjalan baik melalui koherensi, sinkronisasi dan harmonisasi dalam menanggulangi meningkatnya kekerasan seksual terhadap perempuan,” kata Jaleswari.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengaku setuju adanya gugus tugas agar kementerian dan lembaga bisa menentukan langkah cepat, siapa berbuat apa, terutama berkaitan dengan politik, substansi dan media dalam mengawal RUU PKS.

Sementara Wamenkumham Eddy Hiariej berharap pembahasan RUU PKS tidak hanya di satu komisi di DPR saja, melainkan melibatkan Badan Legislatif karena isunya merupakan lintas komisi.

Dalam pertemuan tersebut, rapat tersebut dihadiri perwakilan Kejaksaan Agung dan Kepolisian Indonesia.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Boleh Dicoba, 5 Pilihan Warna Interior Rumah yang Bisa Bikin Hati Gembira

Boleh Dicoba, 5 Pilihan Warna Interior Rumah yang Bisa Bikin Hati Gembira

Artikel   Headline   Interiors   Lifestyle   Serba-serbi   Tips   Trend
Wisata ke Singapura, Ini 6 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Little India Singapura

Wisata ke Singapura, Ini 6 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Little India Singapura

Artikel   Headline   Internasional   Lifestyle   Pesona Dunia   Serba-serbi   Tips   Travel
Punya Manfaat Kesehatan, Coba 4 Teh Herbal Ini di Rumah

Punya Manfaat Kesehatan, Coba 4 Teh Herbal Ini di Rumah

Artikel   Headline   Lifestyle   Serba-serbi   Tips
Peringkat 3 Terbaik di Gruop F, Portugal Lolos ke 16 Besar Euro 2020

Peringkat 3 Terbaik di Gruop F, Portugal Lolos ke 16 Besar Euro 2020

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Ditahan Hungaria 2-2, Jerman Tetap Lolos ke Babak 16 Euro 2020

Ditahan Hungaria 2-2, Jerman Tetap Lolos ke Babak 16 Euro 2020

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Swedia ke Babak 16 Besar Sebagai Juara Grup E Euro 2020

Swedia ke Babak 16 Besar Sebagai Juara Grup E Euro 2020

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Lolos ke Babak 16 Euro 2020, Spanyol Libas Slovakia 5 Gol Tanpa Balas

Lolos ke Babak 16 Euro 2020, Spanyol Libas Slovakia 5 Gol Tanpa Balas

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Spanyol Memimpin 2-0 atas Slovakia di Babak I

Spanyol Memimpin 2-0 atas Slovakia di Babak I

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Isi SKB Pedoman Implementasi UU ITE yang Diteken Secara Antap Hari Ini

Isi SKB Pedoman Implementasi UU ITE yang Diteken Secara Antap Hari Ini

Headline   IT   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Lembaga Penyiaran Diminta Sosialisasikan TV Digital Agar Penonton Tak Susah Cari Channel

Lembaga Penyiaran Diminta Sosialisasikan TV Digital Agar Penonton Tak Susah Cari Channel

Headline   IT   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Technology

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com