Intensitas Hujan Tinggi, Landak Siaga Banjir dan Longsor

  • Bagikan
Kondisi Dusun Seladan di Desa Meranti Kecamatan Meranti debit air yang tinggi akibat hujan sejak Sabtu (5/9/2020) merendam pemukiman warga.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang dimungkinkan sewaktu-waktu dapat terjadi di Kabupaten Landak.

“Prakiraan cuaca dari BMKG di Landak masih akan mengalami hujan maka saya mengimbau masyaraka waspada terhadap bencana banjir dan tanah longsor,” kata Karolin di Ngabang, Minggu (6/9/2020).

Dirinya meminta agar masyarakat bersama-sama bergorong royong membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar lingkungan.

“Kekinian kondisi sampai hari ini banjir terjadi hampir di semua wilayah Kabupaten Landak,” sebut Karolin.

“Yang terparah di Meranti, petugas sudah bergerak dengan membawa perahu fiber dan logistik untuk evakuasi warga yang membutuhkan. Kemudian, longsor juga terjadi di Emprija, yang hari ini diperkirakan alat berat datang, dan untuk sisa-sisa lumpur dibersihkan dengan mesin penyemprot air sebanyak 2 unit,” sambung Karolin.

Utuk daerah lain seperti Katio, Sejowet, Songga, Darit, Mandor, dan lain-lain, sebut Karolin, ia menyatakan yang laporannya belum sempat di respon, namun sudah ada yang diarahkan ke desa dan camat yang bersangkutan.

Baca juga  Pasca Banjir, Pemkab Landak Perbaiki Jembatan Tubang Raeng - Pawis Hilir di Jelimpo

“Kami akan terus memantau kondisi terkini dilapangan dan meminta kepada petugas untuk melakukan pendataan terhadap jumlah masyarakat yang terdampak bajir. Yang jelas kita akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Intensitas hujan yang tinggi sejak Sabtu (5/9/2020) menyebabkan sejumlah DAS di Kabupaten Landak meluap. Puskesman Meranti dan sekitarnya terendam banjir.

Berdasarkan laporan BNPB, sedikitnya ada 10 desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat terdampak banjir sejak pukul 15.00 wib, pada Sabtu (5/9/2020) kemarin.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebutkan, banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai yang terdampak hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Landak.

Adapun masing-masing desa tersebut meliputi Desa Ampadi, Desa Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti. Kemudian Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Desa Tengue dan Desa Sekendal di Kecamatan Air Besar.

Baca juga  Bupati Landak: Keberadaan KKPI Harus Mampu Cerdaskan Perempuan Dalam Berpolitik

Daerah lain yakni Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

Kronologi banjir berdasarkan data BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 wib, debit air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 wib hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor.

Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.

Dek I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *