Jadi Tersangka, Ini Peran Andi Irfan Dalam Kasus Gratifikasi Jaksa Pinangki

  • Bagikan
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
banner 468x60

triggernetmedia.com – Kejaksaan Agung menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra, Rabu (2/9/2020). Sosok orang yang ditetapkan jadi tersangka itu adalah Andi Irfan Jaya.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, Andi Irfan Jaya merupakan sosok yang diduga menjadi perantara pemberi uang dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki. Uang tersebut diberikan untuk pengurusan fatwa Mahkamah Agung.

“Peran tersangka AI adanya dugaan permufakatan jahat yang dilakukan oleh tersangka oknum Jaksa PSM (Pinangki) dan JST (Djoko Tjandra) dalam pengurusan fatwa,” kata Hari di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu petang.

Baca juga  Hari Ini Bareskrim dan Penyidik Kejagung Periksa Jaksa Pinangki

Uang suap untuk Jaksa Piangki berjumlah USD 500 ribu. Oleh Djoko Tjandra, uang itu diserahkan melalui Andi Irfan.

“Sejak awal sudah kami sampaikan dugaannya sekitar USD 500 ribu, dugaannya diterima Jaksa PSM, tapi apakah diterima langsung, apakah orang ketiga, penyidik menetapkan satu orang lagi yaitu melalui AI (Andi Irfan) ini lah uang tersebut sampai,” terangnya.

Baca juga  MAKI Serahkan Bukti Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki 10 Juta Dollar AS

Namun Hari tidak menjelaskan secara detail terkait latar belakang Andi Irfan Jaya. Dia cuma menyebut jika Andi berasal dari pihak swasta.

“Kami tidak tahu (pekerjaan sehari-hari), tapi diduga adalah seorang swasta,” papar Hari.

Dalam perkara ini, Andi Irfan Jaya disangkakan Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 dengan dugaan gratifikasi yang dilakukan olej Pinangki.

Sumber : Suara.com

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *