Akses Ruas jalan Ngabang – Desa Muun Tahun Ini Belum Diperbaiki

  • Bagikan
Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa tengah meninjau jalan penghubung antar desa dan kecamatan serta beberapa jembatan yang rusak., Rabu (5/8/2020).
banner 468x60

triggernetmedia.com – Usai menyalurkan bantuan bibit dan alsintan bagi petani di Kecamatan Ngabang pada Rabu (5/8/2020), Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa kemudian menyempatkan diri untuk meninjau jalan penghubung antar desa dan kecamatan serta beberapa jembatan yang rusak.

Selain itu, akses ruas jalan Ngabang menuju desa Muun kondisinya memang mengalami kerusakan. Karena itu jalur penghubung bagi masyarakat tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Landak.

Terkait hal tersebut, Bupati Karolin menegaskan perbaikan infrastruktur ruas jalan Ngabang menuju desa Muun sebenarnya sudah direncanakan tahun 2020 ini. Namun, karena terdampak pandemi COVID-19, kondisi ini diakui berpengaruh pada keuangan negara yang membuat pembangunan tertunda.

Baca juga  Pemkab Landak Imbau Para Kades Setorkan PBB-P2

“Kita sudah meninjau dan melewati jalan ini dari Taras ke Muun yang memang sekarang kondisinya rusak parah, Saya sudah cek langsung dilapangan. Dan sebenarnya tahun ini kita sudah anggarkan untuk perbaikannya dari Ngabang-Muun. Tapi karena pandemi COVID-19 tahun ini batal. Tapi tahun depan kita anggarkan lagi, titiknya nanti akan kita tentukan berdasarkan situasi dilapangan.” ungkap Karolin, Minggu (9/8/2020) di Ngabang.

Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meninjau jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Ngabang, Rabu (5/8/2020).

Karolin meminta masyarakat untuk bersabar dengan keadaan saat ini, dirinya mengatakan pembangunan yang tertunda pada tahun ini akan diusulkan kembali untuk anggran tahun depan.

“Saya berharap tahun depan bisa kami usulkan kembali. Walaupun setiap tahun sedikit-sedikit kita coba anggarkan, tapi tahun ini memang sulit benar, mudah-mudahan tahun depan bisa, nanti kami prioritaskan untuk tahun 2021,” ujarnya.

Baca juga  Kabupaten Landak di Zona Kuning Kasus COVID-19

Meski tidak dipungkiri, lanjut Karolin, diakui kondisi pandemi COVID-19 memang sulit, karena sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi. Hal ini pula menurutnya turut berpengaruh terhadap keuangan negara dan pemasukan negara yang merupakan sumber pembangunan.

“Kalau ekonomi macet, negara juga ekonominya macet, uang negara juga macet. Nah, makanya banyak sekali anggaran yang belum bisa kita laksanakan untuk bidang pembangunan,” jelasnya lagi.

Dek I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *