banner 468x60

Veronica Koman Sebut 2 Tuntutan Masyarakat Sipil Papua untuk Pemerintah RI

Trigger Netmedia - 12 Februari 2020
Veronica Koman Sebut 2 Tuntutan Masyarakat Sipil Papua untuk Pemerintah RI
Pengacara yang juga aktivis HAM, Veronica Koman saat dianugerahi Penghargaan HAM Sir Ronald Wilson oleh Dewan Australia untuk Pembangunan Internasional (ACFID). [Dokumentasi] - ()

triggernetmedia.com – Aktivis sekaligus pengacara HAM Veronica Koman menyebut pemerintah Indonesia telah memberi sinyal suram soal penegakan HAM di era saat ini. Hal tersebut merujuk pada pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang menyebut data Amnesty International Australia bersama para aktivis disebut sebagai sampah.

Data yang dihimpun oleh AI Australia dan Veronica Koman tersebut berisi nama-nama rakyat Papua yang menjadi tahan politik. Selain itu, terdapat pula data warga sipil Papua yang tewas karena konflik bersenjata dengan TNI – Polri.

Menurut Veronica, kekinian pihaknya menuntut pemerintah untuk membereskan masalah kekerasan yang terjadi di bumi Cendrawasih. Tuntutan tersebut adalah menghentikan operasi militer di Kabupaten Nduga dan Intan Jaya, serta membebaskan para tahanan politik.

“Ada dua tuntutan utama dari kami masyarakat sipil dan pembela HAM Papua. Pertama, hentikan operasi militer di Nduga dan Intan Jaya. Kedua, bebaskan para tahanan politik,” kata Veronica dinukil pada laman Suara.com, Selasa (12/2).

Veronica berpendapat jika pernyataan Mahfud akan memperdalam luka masyarakat Papua. Sebab, pemerintah hanya menganggap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai sampah.

“Namun tetap sangat disayangkan, mengingat ini akan memperdalam luka orang Papua. Boro-boro dapat keadilan, untuk diakui adanya pelanggaran saja pun tidak, malah dianggap sampah,” kata Veronica.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebut, banyak orang yang mengirim surat pada Jokowi saat itu. Untuk itu, Mahfud mengaku jika pemerintah belum menerima data dari Veronica Koman.

“Kalau tentang (Veronica) Koman itu saya tahu surat seperti itu banyak. Orang berebutan salaman, kagum kepada Presiden, ada yang ngasih map, amplop surat gitu. Jadi tidak ada urusan Koman apa bukan, kami ndak tahu Koman apa bukan. Setiap surat kami bawa kan suratnya banyak,” kata Mahfud di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (11/2).

Mahfud mengatakan, banyak masyarakat yang mengirim surat ke Presiden Jokowi. Jika memang ada surat dari Koman, Mahfud hanya menyebutnya sebagai sampah.

“Belum dibuka kali suratnya. Surat banyak. Kan surat orang banyak. Rakyat biasa juga ngirim surat ke Presiden. Jadi kalau memang ada, sampah saja lah kalau kayak gitu,” katanya.

Bangun Santoso | Yosea Arga Pramudita

Tinggalkan Komentar

Terkini

Sempat Bersitegang dengan Man United dkk, Brasil Kembali Panggil Pemain Liga Inggris

Sempat Bersitegang dengan Man United dkk, Brasil Kembali Panggil Pemain Liga Inggris

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Main dengan 10 Orang, Die Roten Tetap Menang

Main dengan 10 Orang, Die Roten Tetap Menang

Headline   Internasional   News   Sepak Bola   Sport
Vanessa Angel Pamer Body Goals Kenakan Baju Renang, Netizen Salfok ke Hal Ini

Vanessa Angel Pamer Body Goals Kenakan Baju Renang, Netizen Salfok ke Hal Ini

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Lorena Bernal, Istri Mikel Arteta yang Pernah Jadi Wanita Tercantik Spanyol

Lorena Bernal, Istri Mikel Arteta yang Pernah Jadi Wanita Tercantik Spanyol

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Sepak Bola   Serba-serbi   Sport   Trend
Jadwal Babak Penyisihan Grup Tim Indonesia di Piala Sudirman 2021

Jadwal Babak Penyisihan Grup Tim Indonesia di Piala Sudirman 2021

Headline   Internasional   Nasional   News   Sorotan   Sport
Hasil FP1 F1 GP Rusia: Valtteri Bottas Tercepat, Hamilton Kedua

Hasil FP1 F1 GP Rusia: Valtteri Bottas Tercepat, Hamilton Kedua

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Otomotif   Sport
PON Papua: Semua Kontingen Dipastikan Tiba pada 29 September

PON Papua: Semua Kontingen Dipastikan Tiba pada 29 September

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sport
Menpora Amali Akan Berkantor di Papua Selama Pelaksanaan PON XX Berlangsung

Menpora Amali Akan Berkantor di Papua Selama Pelaksanaan PON XX Berlangsung

Headline   IT   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sport   Technology
Kelompok HAM Minta Nur Sajat Tidak Dipulangkan ke Malaysia, Ini Alasannya

Kelompok HAM Minta Nur Sajat Tidak Dipulangkan ke Malaysia, Ini Alasannya

Headline   Internasional   Lifestyle   Sorotan   Sospolhukam
Korut Jawab Seruan Korsel untuk Akhiri Perang Korea

Korut Jawab Seruan Korsel untuk Akhiri Perang Korea

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com