banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Mahfud MD Sebut Data Tapol Papua Sampah, Warganet: Sakit

Trigger Netmedia - 12 Februari 2020
Mahfud MD Sebut Data Tapol Papua Sampah, Warganet: Sakit
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. (Suara.com/M. Yasir) - ()

triggernetmedia.com – Tanggapan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD soal dokumen tahanan politik (tapol) di Papua menjadi perbicangan di media sosial. Warganet menyayangkan sebutan ‘sampah’ yang dilontarkan Mahfud.

Sebelumnya, menurut keterangan Veronica Koman, dokumen yang berisi 57 nama dan lokasi tahanan politik Papua tersebut telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, ada pula data 243 korban sipil yang meninggal selama operasi militer di Nduga.

Terkait klaim penyerahan dokumen, Mahfud mengatakan banyak orang yang mengirim surat kepada Jokowi.

Namun, ia mengaku belum menerima data dari Veronica Koman. Pun bila ada surat dari Veronica, Mahfud hanya menyebutnya sebagai sampah.

“Belum dibuka kali suratnya. Surat banyak. Kan surat orang banyak. Rakyat biasa juga ngirim surat ke Presiden. Jadi kalau memang ada, sampah saja lah kalau kayak gitu,” ungkap Mahfud, seperti dinukil dari laman Suara.com

Respons Mahfud tersebut kontan menuai perhatian dari warganet. Di linimassa Twitter, tak sedikit warganet yang memberikan kritik dengan mengungkit pernyataan Mahfud dalam artikel pemberitaan.

Seperti profesor program studi Indonedia di Monash University, Ariel Heryanto yang memberi komentar singkat, “Sakit”.

Sementara akun @HipoYRWangge menyebut, pernyataan Mahfud telah menyakiti perasaan warga Papua.

“Pak @mohmhfudmd pernyataan Anda soal data korban pengungsi internal yang meninggal adalah “sampah” telah menyakiti masyarakat Nduga. Korban yang meninggal adalah riil dan bisa kami konfirmasi (Teman-teman yang membantu dan saya yang meneliti konflik Nduga,” tulisnya.

Adapun warganet lainnya turut mengungkap kekecewaannya lewat cuitan berikut.

“Surat-surat rakyat yang dikirim untuk aspirasi dan penuh dengan perasaan.hanyalah sampah? Semoga hanya saya yang salah baca dan salah mengartikan maksud pak @mohmahfudmd,” kata @TommyAlan2.

 

 

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. (Suara.com/M. Yasir)

 

Tanggapan Veronica Koman

Veronica berpendapat jika pernyataan Mahfud soal data tapol Papua, sebagai sinyal bobroknya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

“Pernyataan ini memberikan sinyal makin suramnya penegakan HAM di era saat ini. Saya kira kata-kata Pak Mahfud bukan ‘belum menerima data’ kan,” kata Veronica Rabu (12/2).

Veronica menyebut, Mahfud sebelumnya juga pernah membuat pernyataan yang dapat melukai hati rakyat Papua. Maka, Veronica tak heran dengan pernyataan ‘sampah’ yang keluar dari mulut Mahfud.

“Mengingat beliau sebelumnya sudah pernah mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hati rakyat yaitu bahwa tidak ada satu pun pelanggaran HAM di era Jokowi, jadi sebetulnya tidak terlalu mengagetkan ketika pernyataan seperti ini juga muncul dari beliau,” katanya.

Dengan begitu, Veronica berpendapat jika pernyataan Mahfud akan memperdalam luka masyarakat bumi Cendrawasih. Sebab, pemerintah hanya menganggap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai sampah.

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa: Pentingnya Laksanakan 10 Program PKK

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa: Pentingnya Laksanakan 10 Program PKK

Headline   Kesra   Kilas Kalbar   Landak   News
Ajak Masyarakat Berempati Pada Anak yang Terdampak Pandemi

Ajak Masyarakat Berempati Pada Anak yang Terdampak Pandemi

Education   Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan
PPKM Level IV DIperpanjang Hingga 2 Agustus 2021, Walkot Pontianak: Boleh Makan Minum di Tempat Dengan Syarat!

PPKM Level IV DIperpanjang Hingga 2 Agustus 2021, Walkot Pontianak: Boleh Makan Minum di Tempat Dengan Syarat!

Bisnis   Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam
Menpora Berharap Eko Yuli Ikut Serta dalam Bina Lifter Junior

Menpora Berharap Eko Yuli Ikut Serta dalam Bina Lifter Junior

Headline   Internasional   Kabar Arena   Nasional   News   Sorotan   Sport
Korea Selatan Dominasi Emas Panahan Olimpiade Tokyo

Korea Selatan Dominasi Emas Panahan Olimpiade Tokyo

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Tak Melulu Gronya, Ini 5 Pebulu Tangkis Cantik di Olimpiade Tokyo 2020

Tak Melulu Gronya, Ini 5 Pebulu Tangkis Cantik di Olimpiade Tokyo 2020

Headline   Infotainment   Internasional   Kabar Arena   Sorotan   Sport   Trend
Diledek Mata Duitan Gegara Diet Demi Rp 500 Juta, Ivan Gunawan Punya Alasan Mulia

Diledek Mata Duitan Gegara Diet Demi Rp 500 Juta, Ivan Gunawan Punya Alasan Mulia

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Selebgram Aceh yang Disebut Mirip Barbie, 7 Fakta Herlin Kenza

Selebgram Aceh yang Disebut Mirip Barbie, 7 Fakta Herlin Kenza

Gosip   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
PPKM Jawa-Bali Resmi Diperpanjang, Ini Pembagian Wilayah untuk Level 3 dan 4

PPKM Jawa-Bali Resmi Diperpanjang, Ini Pembagian Wilayah untuk Level 3 dan 4

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Waspadai Varian Covid-19 Lain yang Lebih Ganas

Waspadai Varian Covid-19 Lain yang Lebih Ganas

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com