triggernetmedia.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau dinilai belum mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggannya. Keluhan distribusi air yang sering mampet, tak mengalir deras ke rumah pelanggan secara maksimal hingga kini masih dikeluhkan para pelanggan terhadap layanan PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau.
Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Y Andriyus Wijaya, tak menyangkalnya. Menurutnya berbagai hal itu disebabkan adanya kerusakan mesin.
“Selain itu adanya pembangunan-pembangunan, peningkatan fasilitas pengolahan air, yang tengah disiapkan, termasuk pompa mesin supaya pelayanan itu tidak terganggu lagi kedepannya,” sebutnya, Kamis (6/2).
“Faktor lain, terganggunnya pelayanan sebenarnya kapasitas yang ada relatif terbatas. Makanya masih menggunakan metode pengaliran bergilir. Karena memang antara kebutuhan air yang harus kita distribusikan ke tempat pelanggan itu terbatas jjika dibandingkan jumlah pelanggannya. Oleh karena itu tidak semua pelanggan dalam satu hari itu semua dapat air,” ujarnya.
Menurutnya, pembagian air yang dilakukan bergilir membuat air terbagi, karena hal tersebut merupakan sistem blok kepada semua pelanggan.
“karena kalau tidak dilakukan pembagian pasti ada masyarakat atau pelanggan yang dapat terus airnya, dan juga ada yang tidak dapat di aliri.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjutnya, Pihak PDAM melakukan sistim blok atau bergiliran untuk mendapatkan air.
Direktur PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau, Y Andriyus Wijaya menyebut, salah satu kendala belum mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggannya yakni minimnya fasilitas yang ada, yang terbilang masih kurang. Sehingga untuk bisa memenuhi kebutuhan air, terutama dalam kota Sanggau sejauh ini masih perlu dilakukan kajian-kajian bagaimana kedepannya persoalan perusahaan itu bisa diatasi.
“Salah satunya memperbaiki fasilitas yang ada. Karena itu PDAM Tirta Pancur Aji juga menyediakan mesin cadangan karena mesin itu kerjanya 24 jam,” katanya.
Selain itu, kata Y Andriyus Wijaya, perhatian Pemda juga tidak lepas kepada PDAM. Hal ini merupakan salah satu faktor pendukung supaya pelayanan kepada masyarakat bisa lancar, seperti dana penyertaan modal dalam rangka peningkatan kinerja PDAM.
“Dana penyertaan modal itu totalnya selama lima tahun Rp 20 miliar, oleh karena itu per Tahun PDAM menerima Rp 4 miliar per Tahunnya. Tapi untuk Tahun ini belum masuk APBD tetapi di harapkan bisa terakomodir di APBD perubahan” ujarnya.
Libertus



