banner 468x60 banner 468x60 banner 468x60

Perkara Tipikor Asuransi Jasindo Atas Klaim Tenggelamnya Kapal Labroy 168 disidangkan

Trigger Netmedia - 10 Desember 2019
Perkara Tipikor Asuransi Jasindo Atas Klaim Tenggelamnya Kapal Labroy 168 disidangkan
 - ()

triggernetmedia.com – Kasi Pidsus Kejari Pontianak, Juliantoro menyatakan dimulainya persidangan perkara tipikor asuransi Jasindo pada Senin (9/12) patut dicermati berbagai pihak untuk diikuti agar jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Pontianak diketahui khalayak secara transparan dan memberikan nilai edukasi dalam perspektif hukum.

Pihaknya mengajak media massa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pegiat Anti Korupsi turut memantau jalannya persidang kasus tersebut di Pengadilan Tipikor Pontianak hingga tuntas sampai majelis hakim memberikab putusan terhadap para terdakwa.

“Senin kemarin sudah berlangsung persidangannya dengan agenda pembacaan dakwaan JPU terhadap ketiga terdakwa dari unsur Jasindo. Persidangannya dipimpin Majelis Hakim Riya Novita dan hakim anggota Mardiantos dan Edward Samosir,” kata Julianto, Selasa (10/12).

Unsur Jasindo yang menjadi terdakwa dalam persidangan tersebut yakni Thomas. Thomas merupakan mantan Kacab Asuransi Jasindo.

Kemudian terdakwa lain, Danang Suroso, yakni kepala divisi klaim Asuransi Jasindo Pusat, dan Ricky Tri Wahyudi selalu direktur teknik dan LN Asuransi Jasindo Pusat.

“Ketiganya didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 UU korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsidair pasal 3 UU korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” sebut Juliantoro.

Julianto mengungkapkan ketiganya didakwa melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang dalam kapasitas jabatannya masing-masing.

“Karena telah memproses dan menyetujui pembayaran klaim ganti kerugian sebesar 4,7 milyar kepada PT Pelayaran Bintang Arwana Kapuas Armada atas tenggelamnya kapal tongkang Labroy 168 di perairan Solomon,” jelasnya.

Juliantoro yang juga tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut membeberkan bahwa pembayaran klaim yang dilakukan pihak Asuransi Jasindo tidak didasarkan pada bukti-bukti yang valid, tidak lengkap dan tidak dapat dipertangjawabkan.

“Serta tidak didasari dengan dilakukannya pre audit terlebih dahulu. Penyalahgunaan wewenang (jabatan) ini yang termasuk dalam dakwaan JPU,” ujarnya.

Terdakwa lain, sebut Juliantoro, dari unsur swasta, yakni Sudianto alias Aseng dijadwalkan sidang perdananya akan digelar pada Senin depan tanggal 16 Desember jam 10 WIB di Pengadilan Tipikor Pontianak.

Tim JPU Kejaksaan Negeri Pontianak yang terdiri dari Juliantoro, Raden Ahmad Yani dan Wara Endrini selanjutnya akan mengikuti agenda persidangan pada Senin (16/12) mendatang dengan agenda mendengarkan eksepsi kuasa hukum ketiga terdakwa di Pengadilan Tipikor Pontianak.

Ariz

Tinggalkan Komentar

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com