Batik Terpanjang di Kalbar Ada di Kampung Batik Pontianak

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com –  Kampung Batik di Gang Kamboja, Kota Pontianak, menggelar Festival Hari Batik Nasional dengan menulis batik terpanjang se-Kalimantan Barat (Kalbar). Festival tersebut dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.

Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono turut membatik pada festival batik di kampung batik di Pontianak Selatan, Rabu 2/10/2019.

Pada festival batik tersebut, menariknya ada bentangan kain sepanjang 12 meter yang dikerjakan secara bersamaan oleh para pembatik tulis terlatih yang ada di Kota Pontianak.

Festival itu dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, Lismaryani Sutarmidji.

Keberadaan Kampung Batik di Kampung Kamboja Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan itu dinilai bakal menjadi salah satu industri unggulan di Kota Pontianak.

Bahkan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono optimis hal itu bisa terwujud melalui sinergitas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta perbankan.

Baca juga  3 Inspirasi Resep Makanan yang Mudah Dikirim ke Sahabat saat Pandemi

Sama halnya dengan Kampung Tenun di Pontianak Utara yang menghasilkan kain tenun corak khas pucuk rebung.

Menurut Edi, Kampung Batik juga diharapkan bisa menciptakan karya batik dengan kekhasannya sendiri.

“Di Kampung Batik ini kita harapkan ada karya-karya batik yang menjadi ciri khasnya tersendiri seperti motif corak insang, motif matahari dan bunga kamboja serta motif perahu kebanggaan Kota Pontianak,” ujarnya, Rabu malam (2/10).

 

Lokasi Kampung Batik atau Kampung Kamboja yang berada di kawasan waterfront itu sangat menguntungkan. Apalagi sampai saat ini masih terdapat bangunan rumah-rumah tradisional atau rumah lama di kawasan tersebut, yang memberikan kesan menarik bagi siapa saja yang berkunjung.
Kawasan itu nantinya akan menjadi kawasan cagar budaya.

Baca juga  Mengenal Kampung KB "BEGAYE" Kota Pontianak

“Rumah-rumah tersebut bisa berfungsi menjadi Rumah Budaya yang diisi oleh para pembatik, kuliner, pelaku ekonomi kreatif dan sebagainya,” kata Edi.

Walikota Edi Rusdi Kamtono berharap Kampung Kamboja ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi kreatif maupun kuliner.

Dengan demikian, katanya, akan berdampak pada meningkatnya perekonomian dan pendapatan warga. Apalagi Pemkot Pontianak akan memfasilitasi pelaku ekraf seperti pembatik, kuliner dan sebagainya.

Dengan adanya kreativitas warga di sepanjang kawasan waterfront, akan semakin menarik minat orang untuk berkunjung ke kawasan tersebut.

“Harapannya kawasan itu akan semakin berkembang dengan berbagai kreativitas warga yang ada di sekitar waterfront,” pungkasnya.

Jim I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *