Aksi Sosial Perimbas di Bumi Sebalo

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Bencana kabut asap  yang melanda wilayah Kalbar saat ini sangat memprihatinkan bagi kesehatan manusia, khususnya balita, anak-anak dan orangtua. Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu wilayah yang terdampak polusi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Beruntung, ditengah kondisi terdampak Karhutla itu, Penempuh Rimba Bumi Sebalo (PERIMBAS) memberikan perhatian khusus. Mereka begitu peka, dan peduli kepada masyarakat, aksi pembagian 10.000 masker gratis jadi prioritas demi warga Bengkayang.

“Gerakan 10.000 Masker merupakan gerakan sosial sebagai wujud keprihatinan terhadap kondisi kesehatan lingkungan saat ini,”
ujar koordinator Pembagian Masker Japo Alberto, Rabu (18/9).

Bengkayang, kata Japo, menjadi salah satu kabupaten yang terdampak polusi karhutla. Pekatnya kabut asap yang terjadi tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca juga  Kabut Asap Karhutla Masih Pekat, Pemkab Kubu Raya Perpanjang Libur Sekolah

“Namun juga mengancam kelestarian alam oleh karena itu, berbagai organisasi pemuda dan masyarakat melakukan aksi sosial dengan membagikan masker secara gratis,” katanya.

Menurut Japo, pembagian masker didukung oleh berbagai  instansi dan ormas, seperti Kejaksaan Negeri Bengkayang, BPBD Kabupaten Bengkayang, Polsek Kota Bengkayang, Kompi 645C Bengkayang, dari organisasi kemasyarakatan seperti Palang Herah Indonesia, Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Forum Aman Bumi Sebalo, anggota PIK remaja SMANSA, forum genre, Bengkayang Kota Aman, orswapala, komunitas penjelajah alam Bengkayang , dan Drumband SMANSA Bengkayang.

Baca juga  Pemerintah Akan Manfaatkan Teknologi Digital untuk Awasi Perpajakan

“Masker yang kita bagikan merupakan sumbangan suka rela dari organisasi dan relawan yang peduli bencana asap,” jelasnya.

Pembagian masker dilakukan di empat titik, yakni di depan Polsek Kota, depan Polantas, simpang empat jempatan arah menuju Pontianak, dan depan gereja Katholik Bengkayang.

“Titik-titik ini merupakan alur lalu lintas yang padat, jadi kita berharap dengan dibagikannya masker ke masyarakat dapat membatu dan setidaknya mencegah warga tidak mudah terpapar polusi karhutla hingga mengalami ISPA. Pembagian masker ini juga diikuti kurang lebih 500 relawan, dari berbagai unsur,” sebut Japo.

Doe I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *