Korban Terdampak Tsunami di Selat Sunda Bertambah

Trigger Netmedia - 23 Desember 2018
Korban Terdampak Tsunami di Selat Sunda Bertambah
 - ()

Warga memeriksa kerusakan rumah mereka di pantai Carita, Anyer, Banten, Minggu (23/12). [Semi / AFP]

JAKARTA (triggernetmedia.com) – Bencana tsunami yang menerjang pantai Selat Sunda, meliputi wilayah Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan, pada Sabtu malam (22/12) menimbulkan korban jiwa.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNBP) Indonesia hinggan Minggu (23/12) pukul 13.00 WIB, terdata korban meninggal dunia sebanyak 43 orang, 584 orang luka-luka, dan 2 orang dinyatakan hilang. Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat, dan puluhan kapal lainnya mengalami kerusakan.

Baca juga  Kado Tahun Baru 2020, Kuota BBM Bersubsidi Ditambah

“Sementara, jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang merupakan daerah yang terdampak paling parah pasca tsunami,” kata Kepala PNBP Nasional Sutopo, Minggu (23/12).

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat dan 10 kapal rusak berat.

Daerah yang terdampak tsunami diantaranya pemukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai, seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian dikabarkan banyak wisatawan yang tengah berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, 7 orang terdata dikabarkan meninggal dunia, 89 orang luka-luka, dan 30 unit rumah rusak berat.

Baca juga  Ada Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen di CFD

Selain itu, di Serang, Banten terdata 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka, dan 2 orang lainnya dinyatakan hilang.

Pihak PNBP Nasional hingga kini masih melakukan pendataan. Jumlah korban dan kerusakan diperkirakan bertambah.

“PNBP Nasional telah melakukan penanganan darurat. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya disiapkan. Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna membantu evakuasi dan perbaikan darurat,” ujar Sutopo.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi masih melakukan analisis potensi tsunami susulan. Masyarakat diimbau waspada dan tidak melakukan aktivitas disekitar pantai.

Pewarta : Arizbroadcaster
Editor : Adizbroadcaster

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X