<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BPDP Archives - Trigger Netmedia</title>
	<atom:link href="https://triggernetmedia.com/tag/bpdp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/bpdp/</link>
	<description>Adverstising &#38; News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2026 09:33:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://triggernetmedia.com/wp-content/uploads/cropped-triggernet-logo-1-32x32.png</url>
	<title>BPDP Archives - Trigger Netmedia</title>
	<link>https://triggernetmedia.com/tag/bpdp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/16/itb-kembangkan-bensa-bensin-berbahan-sawit-yang-bisa-dicampur-langsung-dengan-bbm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 09:33:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[# BPDPKS]]></category>
		<category><![CDATA[# Minyak Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[# transisi energi]]></category>
		<category><![CDATA[bahan bakar drop-in]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan bakar nabati]]></category>
		<category><![CDATA[BBM berbahan sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Bensa]]></category>
		<category><![CDATA[Bensin Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[bensin sawit ITB]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BPDP]]></category>
		<category><![CDATA[drop-in fuel]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Teknologi Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[ITB]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan energi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[limbah sawit]]></category>
		<category><![CDATA[pengganti BBM fosil]]></category>
		<category><![CDATA[riset sawit]]></category>
		<category><![CDATA[RON 95]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134836</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) fosil berpotensi berkurang melalui pengembangan bahan bakar nabati. Peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan Bensa (Bensin Sawit), inovasi bahan bakar alternatif yang dirancang sebagai drop-in fuel, sehingga dapat langsung dicampurkan dengan bensin konvensional tanpa memerlukan modifikasi mesin kendaraan. Akademisi ITB, Rasrendra, menjelaskan bahwa Bensa dikembangkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/16/itb-kembangkan-bensa-bensin-berbahan-sawit-yang-bisa-dicampur-langsung-dengan-bbm/">ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) fosil berpotensi berkurang melalui pengembangan bahan bakar nabati. Peneliti dari <strong data-start="259" data-end="295">Institut Teknologi Bandung (ITB)</strong> memperkenalkan <strong data-start="311" data-end="335">Bensa (Bensin Sawit)</strong>, inovasi bahan bakar alternatif yang dirancang sebagai <strong data-start="391" data-end="407">drop-in fuel</strong>, sehingga dapat langsung dicampurkan dengan bensin konvensional tanpa memerlukan modifikasi mesin kendaraan.</p>
<p data-start="518" data-end="759">Akademisi ITB, <strong data-start="533" data-end="546">Rasrendra</strong>, menjelaskan bahwa Bensa dikembangkan menggunakan teknologi katalis khusus yang mampu mengubah minyak nabati dan limbah sawit menjadi senyawa hidrokarbon dengan karakteristik yang setara dengan bahan bakar fosil.</p>
<p data-start="761" data-end="1091">“Kualitas hidrokarbon dan jenis hidrokarbon dari Bensa sama persis seperti yang ada pada bahan bakar fosil. Karena sifat reaksi fundamental dari katalis yang kami kembangkan, kami menyebutnya sebagai bahan bakar <em data-start="973" data-end="982">drop-in</em>,” ujar Rasrendra dalam diskusi di Kantor Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Jakarta, Kamis (16/7/2026).</p>
<h3 data-section-id="9la6qj" data-start="1093" data-end="1135"><span role="text"><strong data-start="1097" data-end="1135">Dapat Meningkatkan Kualitas Bensin</strong></span></h3>
<p data-start="1137" data-end="1311">Karena memiliki karakteristik yang serupa dengan bensin fosil, Bensa diproyeksikan menjadi komponen pencampur (<em data-start="1248" data-end="1268">blending component</em>) untuk meningkatkan kualitas BBM nasional.</p>
<p data-start="1313" data-end="1478">Salah satu pemanfaatannya adalah meningkatkan nilai <strong data-start="1365" data-end="1397">Research Octane Number (RON)</strong> dari nafta berkualitas standar menjadi bensin dengan kualitas setara <strong data-start="1467" data-end="1477">RON 95</strong>.</p>
<p data-start="1480" data-end="1628">Inovasi ini dinilai dapat mendukung transisi energi nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku energi terbarukan.</p>
<p data-start="1630" data-end="1811">Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, penggunaan Bensa juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional serta menekan emisi karbon dari sektor transportasi.</p>
<h3 data-section-id="i75z5g" data-start="1813" data-end="1855"><span role="text"><strong data-start="1817" data-end="1855">Masih Menuju Tahap Produksi Massal</strong></span></h3>
<p data-start="1857" data-end="2082">Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, Rasrendra menegaskan pengembangan Bensa menuju produksi komersial masih memerlukan serangkaian pengujian lanjutan, terutama untuk memastikan stabilitas teknologi dalam jangka panjang.</p>
<p data-start="2084" data-end="2262">“Kami sebagai akademisi bertugas memastikan teknologinya memiliki jalur pengembangan yang jelas. Seluruh proses harus didasarkan pada pengujian dengan skala yang tepat,” katanya.</p>
<p data-start="2264" data-end="2521">Riset Bensa didanai oleh <strong data-start="2289" data-end="2347">Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS)</strong> dan telah berhasil melewati tahap pengujian laboratorium. Saat ini, pengembangannya telah memasuki <strong data-start="2447" data-end="2468">tahap pilot scale</strong> sebagai langkah menuju implementasi yang lebih luas.</p>
<p data-start="2523" data-end="2716" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Paparan lengkap mengenai teknologi, hasil pengujian, serta peta jalan pengembangan Bensa dijadwalkan akan disampaikan pada <strong data-start="2646" data-end="2667">Pekan Riset Sawit</strong> yang diselenggarakan BPDP pada <strong data-start="2699" data-end="2715">20 Juli 2026</strong>.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/16/itb-kembangkan-bensa-bensin-berbahan-sawit-yang-bisa-dicampur-langsung-dengan-bbm/">ITB Kembangkan Bensa, Bensin Berbahan Sawit yang Bisa Dicampur Langsung dengan BBM</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30-200 GT</title>
		<link>https://triggernetmedia.com/2026/07/14/prabowo-tetapkan-harga-khusus-bbm-rp15-000-per-liter-untuk-nelayan-kapal-30-200-gt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[TriggerNetMedia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 19:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kesra]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Sospolhukam]]></category>
		<category><![CDATA[# Sektor Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[# solar]]></category>
		<category><![CDATA[# subsidi bbm]]></category>
		<category><![CDATA[Airlangga Hartarto]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil Lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Rp15.000]]></category>
		<category><![CDATA[BPDP]]></category>
		<category><![CDATA[Hambalang]]></category>
		<category><![CDATA[Harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal 200 GT]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan energi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelautan dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan 30 GT]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://triggernetmedia.com/?p=134709</guid>

					<description><![CDATA[<p>triggernetmedia.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi pengusaha perikanan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT). Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya operasional nelayan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan harga BBM bagi nelayan dalam kategori tersebut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/14/prabowo-tetapkan-harga-khusus-bbm-rp15-000-per-liter-untuk-nelayan-kapal-30-200-gt/">Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30-200 GT</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>triggernetmedia.com – </strong>Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi pengusaha perikanan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT). Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya operasional nelayan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p>
<p data-start="431" data-end="710">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan harga BBM bagi nelayan dalam kategori tersebut disepakati sebesar Rp15.000 per liter. Keputusan itu diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (13/7/2026).</p>
<p data-start="712" data-end="860">“Karena pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan, tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah Rp15.000 per liter,” kata Airlangga.</p>
<p data-start="862" data-end="1072">Menurut Airlangga, sebelumnya harga BBM non-subsidi sempat mencapai sekitar Rp21.300 per liter. Sementara itu, nelayan dengan kapal di bawah 30 GT telah memperoleh BBM bersubsidi dengan harga Rp6.800 per liter.</p>
<p data-start="1074" data-end="1339">Ia menjelaskan, berdasarkan rata-rata biaya produksi solar dalam negeri, harga BBM non-subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp18.600 per liter. Selisih sekitar Rp3.600 per liter akan ditanggung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan dari APBN.</p>
<p data-start="1341" data-end="1494">“Oleh karena itu, Menteri ESDM akan mengeluarkan regulasi terkait dukungan tersebut. Selisih sekitar Rp3.600 per liter akan dibiayai oleh BPDP,” ujarnya.</p>
<p data-start="1496" data-end="1683">Airlangga mengatakan dana BPDP dinilai mencukupi untuk mendukung kebijakan tersebut. Pemerintah menetapkan kuota sebanyak 400.000 ton untuk pelaksanaan program selama enam bulan ke depan.</p>
<p data-start="1685" data-end="1935">Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan harga khusus BBM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor perikanan, terutama bagi nelayan yang mengoperasikan kapal berukuran di atas 30 GT.</p>
<p data-start="1937" data-end="2060">“Dengan harga Rp15.000 per liter ini diharapkan dapat membantu proses operasional bagi nelayan 30 GT ke atas,” kata Bahlil.</p>
<p data-start="2062" data-end="2240">Ia menambahkan Kementerian ESDM segera menerbitkan regulasi sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut. Menurutnya, dukungan harga BBM itu sepenuhnya menggunakan dana non-APBN.</p>
<p data-start="2242" data-end="2461">Pemerintah juga akan mengatur mekanisme penyaluran agar tepat sasaran. Titik distribusi BBM akan ditetapkan melalui koordinasi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Kelautan dan Perikanan guna mencegah penyalahgunaan.</p>
<p data-start="2463" data-end="2618">“Kami akan berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menentukan titik-titik penyaluran agar bantuan ini tidak disalahgunakan,” ujar Bahlil.</p>
<p>The post <a href="https://triggernetmedia.com/2026/07/14/prabowo-tetapkan-harga-khusus-bbm-rp15-000-per-liter-untuk-nelayan-kapal-30-200-gt/">Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30-200 GT</a> appeared first on <a href="https://triggernetmedia.com">Trigger Netmedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
