triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, memberikan penjelasan penting terkait upaya penguatan sumber daya aparatur pengelola keuangan dalam kegiatan asistensi anggaran, Kamis (7/9).
Ini terjadi dalam konteks penyusunan dan verifikasi perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Kota Pontianak untuk tahun 2023. Penjelasan ini disampaikan dalam forum Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak.
Bahasan mengungkapkan bahwa pihak Pemerintah Daerah Kota Pontianak (TPAD) telah melaksanakan tindakan konkret untuk memperkuat kompetensi TPAD dalam pengelolaan keuangan.
“Upaya konkrit yakni memberikan pembekalan terhadap TPAD terkait pemutakhiran data dan peraturan tentang pengelolaan keuangan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa TPAD memiliki pemahaman yang kuat tentang pedoman dan aturan keuangan yang berlaku.
Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak juga melakukan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menyusun peraturan daerah yang mengacu pada peraturan pemerintah pusat terkait pajak dan retribusi daerah.
Upaya peningkatan pengawasan internal juga dilakukan untuk mendeteksi secara dini indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas terkait keuangan daerah.
“Selain itu kita juga memperbaiki sistem dan prosedur yang mengarah pada kemudahan pelayanan dan efektivitas dalam pengawasan serta melakukan monitoring rutin dan evaluasi sehingga target pendapatan dapat dicapai secara optimal,” ujarnya.
Dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2023, Pemerintah Kota Pontianak telah melakukan seleksi anggaran sesuai dengan skala prioritas.
Fokus diberikan pada program-program yang memiliki dampak positif terhadap masyarakat dan mendukung visi serta misi Pemkot Pontianak.
Pembiayaan program strategis juga dievaluasi berdasarkan skala prioritas, dengan penekanan pada belanja daerah yang secara langsung berkontribusi pada kemajuan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak.
“Selain memprioritaskan program pembangunan bidang pendidikan, kesehatan maupun infrastruktur,” tutupnya.



