triggernetmedia.com – Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-41 tahun ini mengambil tema ‘Good Food for All atau Pangan yang Baik untuk Semua’. Di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ini dibuka langsung oleh Pj. Sekda Kalbar, Samuel pada Selasa (2/11/2021) di Pontianak.
Menurutnya Peringatan Hari Pangan Sedunia tak hanya meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat tentang arti penting penanganan masalah pangan. Baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Peringatan Hari Pangan Sedunia juga memiliki makna bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pangan yang baik. Ketahanan pangan erat kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
“Status pangan sebagai kebutuhan dasar tidak bisa digantikan, seiring pertumbuhan penduduk, kemampuan penyediaan pangan dari tahun ke tahun semakin berat, akibatnya kebutuhan pangan juga semakin meningkat,” timpal Samuel.
Dikatakannya, masalah sosial seperti kemiskinan mempengaruhi akses pangan ke masyarakat. Begitu juga masalah perubahan iklim yang sulit diprediksi, hingga terjadinya bencana alam, dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan, serta akses untuk memperoleh pangan bagi masyarakat.
“Sangat tepat apabila pemerintah mengambil kebijakan dengan menempatkan urusan pangan sebagai urusan wajib yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah,” ungkap Samuel.
Ia menambahkan, untuk membangun sistem ketahanan pangan, pemerintah bersama masyarakat harus saling bersinergi dan bertanggung jawab. Apalagi Indeks Ketahanan Pangan (IKP) suatu daerah ditentukan berdasarkan hasil analisis 9 indikator dalam 3 aspek, yaitu aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.
Berdasarkan data tahun 2020, kondisi ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Barat menempati urutan ke-23 nasional dan secara umum masuk dalam kategori ‘Tahan. Ini ditunjukan dengan nilai IKP sebesar 71,13 poin.
“Sekitar 33 kecamatan yang tersebar di beberapa kabupaten memiliki indikator penilaian yang masih rendah,” sebut Samuel. (*)



