triggernetmedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, tidak hanya di enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 572 hektare lahan terbakar di berbagai daerah lainnya, mulai dari Pulau Jawa hingga Papua.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa dari total luasan tersebut, baru sekitar 107 hektare lahan yang berhasil dipadamkan. Sementara itu, sekitar 465 hektare lainnya masih belum padam.
“Secara keseluruhan dari provinsi-provinsi lain di luar enam provinsi prioritas, ada sekitar 572 hektare lebih yang terbakar dan yang telah dipadamkan sebesar 107 hektare lebih dan yang masih belum dipadamkan ada sebesar 465 hektare,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya difokuskan di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Sejumlah daerah lain juga masih menghadapi kebakaran dengan luasan yang cukup besar.
Di Maluku Utara, misalnya, BNPB mencatat sekitar 179 hektare lahan terbakar. Sementara di Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), kebakaran dilaporkan mencakup lebih dari 97 hektare.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan sekitar 230 hektare lahan dilaporkan masih terbakar. Proses pemadaman di wilayah tersebut menghadapi kendala akibat angin kencang yang arahnya berubah-ubah.
“Angin yang besar dan kencang dan tidak menentu membuat kami kesulitan untuk memadamkan api tersebut,” ujar Berton.
Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Luas lahan yang belum berhasil dipadamkan di wilayah tersebut kini menyusut menjadi sekitar lima hektare, dari sebelumnya mencapai ratusan hektare.
BNPB turut menerima laporan kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) Sumampir, Kota Bandung, dengan sekitar tiga hektare lahan belum padam. Sementara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sekitar tiga hektare lahan dilaporkan terbakar.
Berton menyebut penanganan kebakaran di Maluku Utara menjadi salah satu perhatian BNPB. Pemadaman di wilayah tersebut akan diprioritaskan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas dan TPA Pasir Panjang di Garut. Namun, BNPB belum merinci luas lahan yang terbakar maupun perkembangan penanganan di kedua lokasi tersebut.
Kalimantan Tengah Jadi Perhatian dalam Penanganan Karhutla
Sementara itu, di enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah masih menghadapi tantangan besar dalam upaya pemadaman karhutla.
Berton menjelaskan, selama periode 13–19 Oktober 2026, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah masih tergolong tinggi. Namun, luas lahan yang berhasil dipadamkan relatif lebih rendah dibandingkan dengan luas kebakaran.
“Kita melihat bahwa di Kalimantan Tengah jumlah lahan yang terbakar itu sangat tinggi dan diikuti dengan jumlah yang dipadamkan itu relatif lebih rendah,” ucapnya.
Berbeda dengan Kalimantan Tengah, upaya pemadaman di Sumatera Selatan menunjukkan capaian yang relatif lebih tinggi. Sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi, perkembangan luas kebakaran dan pemadaman dinilai lebih seimbang.
Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan yang belum padam terbesar di antara enam provinsi prioritas, yakni mencapai 389 hektare. Posisi berikutnya ditempati Sumatera Selatan dengan 108 hektare.
Kedua provinsi tersebut juga disebut menjadi penyumbang asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.
Secara keseluruhan, BNPB mencatat luas lahan yang menjadi target pemadaman di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Hingga Senin (19/10/2026), sebanyak 454 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 570 hektare lainnya masih belum padam.










