triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi sinergi dan dukungan jajaran Kodim 1207/Pontianak di bawah kepemimpinan Kolonel Inf Robbi Firdaus selama satu tahun enam bulan terakhir. Kolaborasi tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas kota sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan daerah.
Edi berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut bersama Letkol Kav Aidil Hajri, yang menggantikan Robbi Firdaus sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1207/Pontianak.
“Di akhir-akhir masa tugas Pak Dandim juga sangat sibuk dalam penanganan karhutla. Kita memahami tugas beliau cukup banyak, tetapi yang paling penting komunikasi tetap berjalan lancar,” katanya dalam acara pisah sambut Komandan Kodim 1207/Pontianak di Hotel Novotel, Selasa (20/10/2026) malam.
Menurut Edi, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI tidak hanya berlangsung di tingkat pimpinan, tetapi juga menjangkau jajaran kewilayahan melalui Komandan Rayon Militer (Danramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Peran mereka dinilai penting dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pak Robbi Firdaus atas kerja sama selama ini, terutama dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas kota,” ujarnya.
Edi juga mendoakan agar Robbi Firdaus sukses menjalankan penugasan berikutnya dan terus berkembang dalam karier militernya.
“Kita doakan di tempat yang baru beliau semakin sukses dan apa yang menjadi cita-citanya ke depan dapat tercapai,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Edi menyambut kehadiran Aidil Hajri sebagai Dandim 1207/Pontianak yang baru. Ia berharap komunikasi dan sinergi yang telah berjalan selama ini dapat diteruskan serta semakin diperkuat.
“Selamat datang kepada Pak Aidil Hajri di Kota Pontianak. Mudah-mudahan betah dan kita bisa terus membangun kerja sama yang baik,” ujarnya.
Edi turut memperkenalkan sejumlah karakter khas Kota Pontianak kepada pejabat baru tersebut, mulai dari keberadaan Sungai Kapuas hingga fenomena kulminasi matahari di kawasan garis khatulistiwa. Ia menyebut Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki masyarakat heterogen serta menjadi tujuan berbagai kegiatan berskala regional, nasional, hingga internasional.
“Pontianak ini kota yang heterogen. Banyak tamu dari daerah lain, dari luar Kalimantan, bahkan kegiatan-kegiatan berskala regional dan internasional juga sering berlangsung di sini,” jelasnya.
Menurut Edi, karakter Pontianak tersebut membuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi penting untuk menghadapi berbagai tantangan perkotaan.
“Yang ingin kita jaga adalah bagaimana Pontianak tetap aman, harmonis dan kondusif. Itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah kota, tetapi harus bersama-sama,” katanya.
Edi berharap pergantian pimpinan di lingkungan Kodim 1207/Pontianak tidak mengurangi intensitas koordinasi yang selama ini terjalin. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
“Kita siap terus menjalin kerja sama dan bersinergi membangun Kota Pontianak yang harmonis,” pungkasnya.










