triggernetmedia.com – Dedikasi petugas kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga lingkungan Kota Pontianak tetap bersih dan nyaman. Mereka mulai bekerja sejak dini hari, memastikan jalan dan trotoar siap digunakan masyarakat saat aktivitas perkotaan mulai berlangsung.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kerja keras para petugas tersebut. Ia menilai, tugas penyapu jalan memiliki kontribusi nyata dalam menjaga wajah kota sekaligus mendukung gerakan Indonesia Asri.
Hal itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan sembako kepada petugas kebersihan di Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).
Edi mengungkapkan, para penyapu jalan sudah berada di lapangan sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WIB. Ketika sebagian warga masih beristirahat, mereka telah menjalankan tugas membersihkan jalan dan fasilitas umum.
“Bapak ibu jam setengah lima, jam lima sudah di lapangan menyapu dan membersihkan. Saya sendiri sering menyaksikan ketika pulang setelah salat Subuh, bapak ibu masih menyapu,” ujarnya.
Menurut Edi, hasil kerja para petugas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Trotoar yang bersih dan lingkungan yang tertata memberikan kenyamanan bagi warga yang memulai aktivitas pada pagi hari, termasuk mereka yang berolahraga.
“Pagi-pagi orang yang lari di trotoar itu sehat, senang, gembira. Itu juga berkat bapak ibu di lapangan yang bekerja,” katanya.
Bekerja Saat Jalan Masih Gelap, Risiko Kecelakaan Perlu Diantisipasi
Di balik tanggung jawab menjaga kebersihan, para penyapu jalan menghadapi risiko keselamatan karena harus bekerja di sekitar lalu lintas sejak pagi buta.
Edi mengingatkan bahwa kondisi jalan pada jam-jam tersebut dapat berbahaya. Pengendara yang terburu-buru, kelelahan setelah perjalanan jauh, maupun kurang waspada berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan bagi pekerja di lapangan.
Ia juga menyoroti situasi ketika kabut asap melanda Pontianak. Jarak pandang yang terbatas membuat pekerjaan di tepi jalan membutuhkan kewaspadaan ekstra.
“Jam-jam Subuh itu rawan. Ada pengendara yang mungkin baru bangun, terburu-buru, ada juga yang baru datang dari luar kota dalam kondisi lelah. Karena itu keselamatan bapak ibu harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Edi meminta perangkat daerah memastikan perlengkapan keselamatan petugas tersedia dan digunakan dengan baik. Pakaian kerja berwarna terang serta rubber cone atau kerucut pengaman perlu dimanfaatkan, terutama ketika petugas bekerja di badan atau tepi jalan.
Selain itu, perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan juga diberikan sebagai bagian dari upaya melindungi para pekerja.
“Keselamatan nomor satu, kesehatan juga nomor satu. Jangan sampai karena ingin membersihkan kota, justru keselamatan diri diabaikan,” pesannya.
Indonesia Asri Perlu Dimulai dari Kebiasaan Masyarakat
Edi menegaskan, menjaga kebersihan kota tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan. Diperlukan partisipasi masyarakat agar upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan hijau dapat berjalan berkelanjutan.
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, perangkat daerah, dunia usaha hingga warga, untuk membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Tidak cukup wali kota, tidak cukup pejabat. Semuanya harus bergerak bergandengan tangan dan mempunyai tujuan yang sama, supaya kota ini aman, sehat dan nyaman untuk tempat tinggal serta beraktivitas,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan nyata kepada petugas kebersihan adalah membangun kebiasaan mengurangi sampah dan membuangnya pada tempat yang semestinya. Kesadaran tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban kerja petugas sekaligus menjaga kualitas ruang publik.
Kesejahteraan Petugas Turut Menjadi Perhatian
Dalam kesempatan itu, Edi juga berharap perhatian terhadap kesejahteraan dan keselamatan petugas kebersihan terus ditingkatkan. Pekerjaan mereka dinilai memiliki peran penting dalam menunjang kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung kualitas lingkungan perkotaan.
Penyerahan sembako menjadi salah satu bentuk perhatian kepada para petugas yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan Pontianak.
Edi mengingatkan bahwa lingkungan yang bersih bukan hanya hasil dari kebijakan pemerintah, melainkan juga buah dari kerja keras petugas lapangan dan kepedulian masyarakat.
“Bapak ibu punya tugas yang sangat mulia. Kota yang bersih dan nyaman yang dinikmati masyarakat setiap hari, ada kerja keras bapak ibu di dalamnya,” pungkasnya.
Ia berharap semangat gotong royong antara petugas dan masyarakat terus terjaga sehingga Pontianak dapat menjadi kota yang semakin bersih, sehat, aman, dan nyaman untuk semua.










