triggernetmedia.com – Penyanyi sekaligus bintang sinetron Fannita Posumah kembali menghadirkan karya musik terbaru. Setelah menandai kembalinya ke industri musik lewat single “Temukan”, perempuan yang akrab disapa Fafa itu bersiap merilis versi terbaru lagu “Jadi Aku (Sekali Saja)”.
Lagu yang pertama kali dirilis sekitar lima tahun lalu tersebut kini hadir dengan aransemen yang lebih segar, mendalam, dan emosional. Fafa menilai saat ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan kembali karya tersebut kepada pendengar yang lebih luas.
“Aku merasa ini momen yang pas untuk menghadirkan kembali ‘Jadi Aku (Sekali Saja)’ dengan warna musik yang lebih fresh, lebih deep, dan emosional, tanpa menghilangkan esensi aslinya yang tetap mewakili perasaan banyak orang,” ujar Fafa saat diwawancarai.
Sentuhan Baru dari Agung Exo
Salah satu pembaruan utama dalam versi terbaru “Jadi Aku (Sekali Saja)” terletak pada aransemen musiknya. Dalam proses penggarapan, Fafa menggandeng Agung Exo sebagai pencipta lagu sekaligus konseptor ide.
Aransemen anyar ini dirancang untuk memperkuat pesan emosional yang terkandung dalam lagu. Sejumlah improvisasi turut dihadirkan agar musiknya terasa lebih megah, tetapi tetap mempertahankan nuansa intim yang menjadi ciri khas karya tersebut.
Menurut Fafa, sentuhan Agung Exo memberikan dimensi baru pada lagu yang sebelumnya telah memiliki tempat tersendiri di hati pendengar.
“Ide dari Kak Agung Exo membuat aransemen kali ini terasa lebih menyentuh. Menurut aku, kedua versi punya keunikan masing-masing, tapi versi terbaru ini menawarkan nuansa yang jauh lebih emosional,” katanya.
Mengangkat Keinginan untuk Dipahami
Bagi Fafa, “Jadi Aku (Sekali Saja)” bukan sekadar lagu tentang kesedihan atau patah hati. Lagu tersebut membawa pesan mengenai empati dan keinginan seseorang agar perasaan serta perjuangannya dapat dipahami oleh orang lain.
Ia ingin mengingatkan pendengar bahwa setiap orang memiliki pergulatan batin yang tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, mencoba memahami sudut pandang orang lain menjadi hal penting dalam sebuah hubungan.
“Makna terdalamnya adalah tentang keinginan seseorang untuk bisa dipahami. Terkadang, kita ingin orang lain mencoba berada di posisi kita, supaya mereka mengerti apa yang kita rasakan dan lalui,” tutur bintang sinetron Geng Kolot tersebut.
Pesan dalam lagu ini juga memiliki kedekatan dengan pengalaman pribadi Fafa. Ia mengaku pernah berada dalam situasi ketika ingin orang lain merasakan sendiri apa yang selama ini ia alami.
Perasaan tersebut kemudian menjadi salah satu landasan emosional yang membuat lagu ini terasa personal baginya.
Sempat Kesulitan Menahan Emosi Saat Rekaman
Menghidupkan kembali lagu yang sarat kenangan ternyata menghadirkan tantangan tersendiri bagi Fafa. Bukan semata-mata soal teknik vokal, ia justru harus berusaha mengendalikan emosi selama proses rekaman.
Penghayatan yang mendalam terkadang membuat suaranya bergetar karena menahan tangis. Di sisi lain, ia ingin memastikan emosi yang disampaikan melalui lagu tetap terdengar alami dan dapat diterima oleh pendengar.
“Jujur, tantangan terbesarnya adalah mengendalikan emosi. Kadang saat sudah terlalu menghayati, suara aku ikut bergetar dan perasaan jadi campur aduk. Aku harus menjaga agar emosi yang sampai ke pendengar tetap terasa natural,” imbuhnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan betapa dekatnya pesan lagu dengan perasaan yang ingin ia sampaikan. Fafa berharap pendengar tidak hanya menikmati aransemen barunya, tetapi juga dapat merasakan makna di balik setiap lirik.
Berharap Menjadi Teman untuk Memulihkan Perasaan
Melalui versi terbaru “Jadi Aku (Sekali Saja)”, Fafa berharap lagunya bisa menemani orang-orang yang sedang merasa tidak dimengerti atau kesulitan mengungkapkan isi hati.
Ia ingin musik menjadi ruang bagi pendengar untuk melepaskan emosi yang terpendam, sekaligus membantu mereka menerima dan berdamai dengan perasaan sendiri.
“Semoga setelah mendengarkan lagu ini, kalian bisa merasa lebih lega, lebih baik, dan bisa berdamai dengan perasaan kalian sendiri,” katanya.
Fafa juga mengisyaratkan bahwa perjalanan musiknya belum berhenti sampai di sini. Ia tengah menyiapkan proyek musik berikutnya yang disebut akan menghadirkan emosi lebih mendalam.
Kehadiran karya-karya baru tersebut menjadi bagian dari langkah Fannita Posumah untuk kembali aktif di industri musik sekaligus menjangkau pendengar melalui lagu-lagu yang dekat dengan pengalaman emosional sehari-hari.










