triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong para santri untuk terus mengembangkan kemampuan diri dengan memperkuat ilmu agama, memperluas wawasan, serta menguasai teknologi dan bahasa asing. Menurutnya, bekal tersebut penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.
Krisantus menyampaikan hal itu saat menghadiri Haul Akbar dan Haflatul Ikhtibar di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Lughoh (Ponpes Nurussyamsi Wal Qomar), Sungai Malaya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (11/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia juga menyerahkan sertifikat kelulusan dan mengikuti prosesi wisuda santri, termasuk peserta Program I’lan Amrithi.
Ia menilai pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat, kedisiplinan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan masyarakat.
Krisantus mengingatkan para santri agar tidak membatasi cita-cita pada profesi tertentu. Sebaliknya, mereka perlu mempersiapkan diri dengan beragam pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu menjalankan berbagai tanggung jawab pada masa depan.
“Saya berharap para santri rajin belajar, rajin beribadah, memperdalam ilmu agama, dan menguasai ilmu pengetahuan umum. Menjadi santri tidak berarti harus menjadi kiai. Kalian harus siap menjalankan tugas apa pun yang kelak dipercayakan,” ujarnya.
Menurut Krisantus, masa depan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipastikan. Karena itu, kesempatan belajar harus dimanfaatkan secara maksimal agar para santri memiliki bekal yang memadai ketika menghadapi berbagai peluang dan tantangan.
“Rencana Allah SWT adalah misteri. Kita tidak tahu 10 atau 20 tahun ke depan akan menjadi apa. Jangan pernah berhenti mempersiapkan diri,” tuturnya.
Selain memperdalam ilmu agama dan pengetahuan umum, ia menekankan pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dan Arab. Penguasaan kedua bahasa tersebut dinilai dapat membantu santri memperluas wawasan, mengakses sumber ilmu pengetahuan, serta menjalin komunikasi dalam lingkup yang lebih luas.
Krisantus juga mengingatkan pentingnya menggunakan teknologi secara produktif. Menurutnya, telepon genggam dan media digital seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar, membaca Al-Qur’an, dan mencari pengetahuan, bukan sekadar untuk hiburan yang menghabiskan waktu.
“Manfaatkan HP untuk belajar. Jangan sampai waktu habis hanya untuk main game,” tegasnya.
Di samping kemampuan akademik, Krisantus menilai pembentukan karakter dan sikap toleran juga perlu menjadi perhatian dalam pendidikan generasi muda. Terlebih, Kalimantan Barat merupakan daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang harus dijaga sebagai kekuatan bersama.
“Kalbar adalah rumah bersama. Jangan ada yang merasa lebih berhak karena suku dan agama. Siapa pun yang hidup dan mengabdi di Kalbar adalah bagian dari masyarakat Kalbar,” ujarnya.
Ia mengajak para santri menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku yang baik, sikap saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, pemahaman agama harus tercermin dalam tindakan yang mendukung kerukunan dan persatuan di tengah masyarakat.
Pesan serupa juga disampaikan terkait penggunaan media sosial. Krisantus meminta generasi muda lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi, termasuk memastikan kebenaran suatu kabar sebelum membagikannya. Ia juga mengingatkan agar kritik dan saran disampaikan berdasarkan fakta dengan bahasa yang santun.
Selain menyoroti pendidikan dan pembentukan karakter, Krisantus mendorong dunia usaha agar menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) secara nyata. Dengan demikian, keberadaan perusahaan di suatu wilayah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Ia berharap Ponpes Darul Qur’an Wal Lughoh terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial.
Krisantus juga berpesan agar para santri terus meningkatkan semangat belajar dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan Kalimantan Barat.










