triggernetmedia.com – Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memastikan pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan operasional, tetapi juga menjamin pemenuhan hak-hak korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Menurut Dony, prioritas saat ini adalah memberikan penanganan medis yang cepat dan tepat bagi seluruh korban. “Fokus utama kami saat ini bukan hanya pemulihan operasional, tetapi memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan penanganan yang paling cepat dan terbaik,” ujar Dony di Jakarta, Selasa (27/4/2026).
Ia menegaskan, seluruh penumpang terdampak akan memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi.
“Kami memohon maaf atas musibah ini. Kami memastikan seluruh hak penumpang yang terdampak akan dipenuhi. Keselamatan dan kepercayaan masyarakat adalah prioritas mutlak,” ujarnya.
Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, penumpang KRL tercatat enam orang meninggal dunia dan sekitar 80 orang mengalami luka-luka.
Para korban luka saat ini menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina Bekasi, serta beberapa rumah sakit lain di wilayah Bekasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena sebagian korban masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim gabungan dari tenaga medis, Basarnas, dan PT Kereta Api Indonesia terus berupaya maksimal memberikan pertolongan.
Bagi keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp di 0811-2223-3121 atau Call Center 121.




