triggernetmedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi I Selasa (10/2/2026). IHSG menguat sekitar 100 poin atau 1,26 persen ke level 8.132.
Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang kompak menguat, mengikuti reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Sentimen global yang membaik mendorong minat beli investor di pasar saham domestik.
Mengutip riset Review Pilarmas Investindo Sekuritas, meski indeks menguat, pelaku pasar masih bersikap hati-hati dengan mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Harapan akan perdamaian di kawasan tersebut masih dibayangi sejumlah risiko strategis.
Perhatian investor tertuju pada agenda pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pekan ini. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas perkembangan negosiasi Iran serta isu keamanan regional.
Dari dalam negeri, IHSG mendapat sentimen positif dari komitmen regulator dalam mempercepat reformasi pasar modal. Pasar menantikan pertemuan lanjutan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MSCI pada 11 Februari 2026, yang akan membahas rencana aksi percepatan integritas pasar modal.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat tata kelola pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor institusional global. Selain itu, penguatan indeks juga ditopang oleh pergerakan positif sejumlah saham emiten konglomerasi.
Pada sesi I perdagangan, tercatat sebanyak 25,38 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp11,88 triliun dan frekuensi 1,48 juta kali. Sebanyak 595 saham menguat, 136 saham melemah, dan 227 saham stagnan.




