triggernetmedia.com – Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.936 per dolar AS, naik 0,13 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.956 per dolar AS.
Kurs referensi Jisdor Bank Indonesia tercatat di level Rp 16.963 per dolar AS. Indeks dolar AS juga melemah ke posisi 98,57 dari sebelumnya 98,64.
Di pasar Asia, won Korea Selatan mencatat penguatan tertinggi sebesar 0,60 persen, diikuti peso Filipina yang menguat 0,31 persen dan yen Jepang 0,13 persen. Dolar Singapura, dolar Hong Kong, dan ringgit Malaysia masing-masing menguat tipis di bawah 0,1 persen.
Sementara itu, rupee India melemah 0,81 persen, dolar Taiwan turun 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, dan yuan China turun 0,05 persen terhadap dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Pernyataan bank sentral dinilai pasar cenderung dovish.
“Pasar melihat masih ada peluang pemangkasan suku bunga ke depan, sehingga rupiah mendapat sentimen positif,” kata Lukman.
Namun, ia menilai penguatan rupiah sulit bertahan lama. Menurutnya, kekhawatiran terhadap defisit anggaran yang mendekati 3 persen serta isu independensi Bank Indonesia masih membebani pergerakan rupiah.




