triggernetmedia.com, KUBU RAYA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam sebuah seremoni nasional yang dipusatkan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).
Program yang digagas langsung oleh Presiden ini bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi rakyat melalui penguatan kelembagaan koperasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Berdasarkan data pemerintah, hingga pertengahan Juli 2025 telah terbentuk 81.140 unit KDMP, dengan 80.048 di antaranya telah berbadan hukum.
“Hari ini adalah hari bersejarah. Kita meluncurkan kelembagaan 80.000 lebih koperasi di seluruh Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Alat Perjuangan Ekonomi Rakyat
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar unit usaha, tetapi juga alat perjuangan ekonomi rakyat kecil dan simbol perlawanan terhadap dominasi korporasi besar. Ia menekankan pentingnya koperasi sebagai bentuk nyata dari semangat gotong royong dalam budaya bangsa.
“Konsep koperasi adalah gotong royong. Dari yang lemah menjadi kekuatan,” ujarnya.
Presiden juga menyoroti persoalan klasik yang dihadapi petani dan pelaku usaha kecil, seperti akses pasar yang sulit, kelangkaan pupuk, serta harga panen yang merugikan. Menurutnya, koperasi bisa menjadi instrumen strategis untuk memutus mata rantai ketimpangan tersebut.
Dukungan Kuat Pemerintah
Peluncuran KDMP dilakukan dengan kecepatan tinggi. Presiden menunjuk Menko Pangan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih. Berbagai kementerian terlibat langsung dalam pendampingan dan fasilitasi koperasi di seluruh Indonesia.
“Koperasi ini bukan usaha kecil, tetapi usaha besar strategis nasional. Dan kita dasarkan pada Pasal 33 UUD 1945,” tegas Prabowo.
Peluncuran Virtual di Kalimantan Barat
Di Kubu Raya, Kalimantan Barat, peluncuran digelar secara virtual di halaman Kantor Desa Jeruju Besar. Hadir Gubernur Kalbar Ria Norsan, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Bupati Sujiwo, dan Wakil Bupati Sukiryanto.
Sebanyak 2.143 KDMP telah terbentuk di Kalbar. Pemerintah provinsi menyatakan siap mendukung koperasi dengan pendanaan, peralatan, serta kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga keuangan.
“Harapan kita, koperasi dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan pokok dan penguatan usaha lokal,” ujar Ria Norsan.
Pilot Project di Jeruju Besar
Ketua KDMP Jeruju Besar, Husni, menyampaikan bahwa koperasi yang dipimpinnya kini beranggotakan 359 orang, naik dari 70 orang saat awal pembentukan. Dana simpanan koperasi yang terkumpul mencapai Rp 39 juta, berasal dari tabungan pokok, wajib, dan sukarela.
“Dana ini kami kelola untuk pengembangan koperasi, dan alhamdulillah kami didukung oleh berbagai pihak seperti ID Food, Pupuk Indonesia, dan perbankan,” ujar Husni.
Stabilisasi Harga dan Sistem Distribusi
Ria Norsan mengklaim, program KDMP turut memperbaiki sistem hukum agraria dan stabilisasi harga hasil pertanian di Kalbar. Saat ini, harga gabah kering dihargai Rp 6.500/kg oleh Bulog, tanpa syarat, baik untuk gabah kering maupun basah.
Dengan peningkatan sistem dan dukungan yang tepat, pemerintah daerah optimistis konflik agraria dan permainan harga bisa ditekan dalam 1–2 tahun ke depan.
“Kita bangsa besar. Kita harus berpikir besar. Dan kita harus berani mengambil langkah besar,” pungkas Presiden.




