triggernetmedia.com – Maliq & D’Essentials mendapat respons luar biasa dari penggemar mereka dengan lagu terbaru mereka yang berjudul “Kita Bikin Romantis”.
Potongan lagu tersebut viral di media sosial bahkan sebelum resmi dirilis pada 8 Maret.
Menurut Warner Music Indonesia, potongan lagu ini telah digunakan dalam lebih dari 2,2 juta video di platform TikTok.
Kepopulerannya telah mencapai tahap di mana beberapa netizen bahkan mengaku mulai merasa lelah mendengarnya.
Namun, fenomena viral ini tidak hanya berhenti di situ.
Sejumlah warganet juga mengambil inisiatif untuk membuat versi parodi dari lagu tersebut dengan mengubah liriknya, menciptakan video lucu terkait dengan binatang dan hal-hal lainnya.
Para anggota Maliq & D’Essentials mengakui rasa terkejut mereka atas boomingnya lagu “Kita Bikin Romantis” di media sosial.
Mereka menegaskan bahwa lagu tersebut tidak dirancang untuk menjadi viral, dan fenomena ini jauh melebihi ekspektasi mereka.
Arya Aditya Ramadhya, yang dikenal sebagai Lale, menyatakan dalam keterangan resmi bahwa mereka tidak pernah merancang lagu untuk menjadi viral.
Mereka hanya berusaha membuat lagu yang bagus dan menyenangkan bagi mereka sendiri, tetapi ternyata banyak orang yang setuju dengan lagu tersebut.
“Kami enggak pernah design untuk viral. Kami merencanakan bikin lagu yang bagus dan enak buat kami. Ternyata banyak yang setuju dan kami senang kejujuran itu sampai ke orang,” kata Lale dalam keterangan resmi.
Hal serupa diungkapkan oleh Ilman, yang menyatakan bahwa lagu tersebut tidak dirancang untuk menjadi viral dan situasi ini tidak terduga. Meskipun senang dengan viralitasnya, mereka juga merasa takut.
Widi juga masih mempertanyakan faktor-faktor apa yang membuat “Kita Bikin Romantis” begitu viral.
Ia bertanya-tanya apakah itu karena melodi yang enak, lirik yang mengena, atau hal lainnya.
“Soalnya yang gue lakukan saat nulis lagu itu sama aja dengan yang gue lakukan 20 tahun lalu,” pengakuannya.
Sebagai tanggapan terhadap kritik dari beberapa pendengar yang menginginkan lagu dengan vibe lama, Jawa mengungkapkan bahwa kritik adalah hal yang biasa karena persepsi masing-masing orang terhadap suatu karya bisa berbeda.
Baginya, banyaknya pro dan kontra merupakan tolok ukur keberhasilan sebuah karya.
Meskipun mendapat kritik, Jawa menyatakan bahwa mereka bersyukur karena menurutnya, berhasil atau tidaknya suatu karya tidak bisa diukur dari reaksi orang lain, melainkan dari diri sendiri.
“Kita Bikin Romantis” telah mencapai prestasi yang luar biasa dengan lebih dari 9,4 juta kali diputar di platform Spotify sejak dirilis pada awal Maret 2024.





