triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, bersama Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Mohammad Bari, dan jajaran Forkopimda Kalbar, menerima lawatan kerja Duta Besar Malaysia Dato’ Syed Mohammad Hasrin di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (9/11).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak, termasuk Konsulat Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri, intens membahas hubungan antara kedua negara.
Harisson menyampaikan terima kasih atas kunjungan Duta Besar Malaysia dan mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai aspek, termasuk program di daerah perbatasan.
“Kehadiran beliau tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral tetapi juga untuk memahami lebih jauh tentang Kalimantan Barat. Besok, beliau akan mengunjungi Kuching melalui Entikong, melihat daerah perbatasan kita,” kata Harisson.
Dalam pertemuan itu, banyak hal dibahas, termasuk program-program di daerah perbatasan. Harisson menyatakan harapannya agar hubungan antara kedua negara semakin baik, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan.
Dato’ Syed Mohammad Hasrin menyampaikan kesan positifnya terkait pembangunan di Kota Pontianak dan perkembangan Kalimantan Barat.
“Kalimantan Barat telah berubah, tidak ada lagi desa yang tertinggal, sebuah pencapaian baik dalam pembasmian kemiskinan,” ungkapnya.
Menanggapi rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia ke Kalimantan, Dubes Malaysia menyambut baik dan menyatakan bahwa beberapa perusahaan Malaysia telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di sana.
Dia menyatakan bahwa wilayah tersebut, termasuk Sarawak dan Sabah, menjadi perhatian khusus bagi Malaysia.
“Hubungan kita ada mekanismenya, kita mau meningkatkannya. Ada peluang di ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, dan penanggulangan kejahatan lintas batas,” tambah Dato’ Syed Mohammad Hasrin.




