triggernetmedia.com – Kasus kematian Brigadir Polisi Setyo Herlambang, yang awalnya diduga akibat kecelakaan saat membersihkan senjata dan kemudian diralat oleh pihak kepolisian, terus menjadi sorotan.
Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Utara, Kombes Budi Rachmat, dalam konferensi pers, Selasa (26/9), mengungkapkan bahwa proses penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Dikutip dari berbagai sumber, Budi menjelaskan bahwa hasil rekaman dari kamera pengawas (CCTV) di rumah dinas Kapolda Kaltara sebelum Brigadir Setyo ditemukan tewas bersimbah darah menunjukkan beberapa informasi penting.
Rekaman CCTV tersebut memperlihatkan aktivitas Setyo Herlambang sejak pagi hingga menjelang siang, termasuk keluar dan masuk ke kamar sebelum kematiannya.
Lebih lanjut, rekaman CCTV di sebelah rumah dinas Kapolda Kaltara juga memperlihatkan adanya proyektil peluru yang keluar dari jendela kamar pada pukul 12.39, dengan durasi rekaman 20 menit.
Budi menegaskan bahwa dalam rekaman tersebut, tidak ada orang lain yang terlihat di dalam kamar, menjadikan Setyo Herlambang satu-satunya yang berada di dalamnya.
Hingga saat ini, sudah ada 14 orang yang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Kalimantan Utara, termasuk 13 anggota Polri dan satu pegawai harian lepas.
Budi menjanjikan bahwa hasil penyelidikan akan terus disampaikan kepada publik dan bahwa kasus ini akan mendapat supervisi dari Biro Paminal Bidang Propam Mabes Polri serta dibantu oleh Bareskrim, Pusdokkes, dan Puslabfor Polri untuk memastikan penyelesaian yang cepat dan transparan.
Terlebih lagi, hasil otopsi yang telah dilakukan di RS Bhayangkara Polda Jawa Tengah menyatakan bahwa Setyo Herlambang meninggal akibat luka tembak yang menembus jantung dan paru-paru. Jenazahnya sudah dimakamkan.
Dalam pengembangan lainnya, pesan terakhir yang dikirim oleh Brigadir Setyo Herlambang kepada istrinya sebelum kematiannya menjadi bukti yang perlu dipertimbangkan. Melalui pesan WhatsApp, Setyo meminta istrinya untuk makan banyak karena akan melahirkan.
Setelah pesan tersebut, komunikasi terputus, dan istri Setyo mendapatkan kabar bahwa suaminya telah meninggal dunia.
Selama penyelidikan berlanjut, muncul informasi bahwa Setyo Herlambang sering menghubungi istrinya dan bercerita kepada temannya bahwa ia ingin pindah dinas ke Pulau Jawa untuk merawat orangtuanya yang sudah tua. Impian ini belum terwujud hingga saat kematiannya.



