triggernetmedia.com – Perhelatan Saprahan Khatulistiwa 2026 menjadi panggung bagi Kalimantan Barat untuk menegaskan arah transformasi ekonominya.
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, membuka kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia bersama pemerintah provinsi tersebut di Pontianak, Senin (4/5/2026).
Dalam pidato gubernur yang dibacakannya, Harisson menekankan pentingnya mendorong UMKM naik kelas melalui inovasi, sertifikasi, hingga pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, sektor pariwisata diharapkan dikelola lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Data menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat pada Februari 2026 mencapai 10.299 orang, meningkat lebih dari 20 persen dibanding bulan sebelumnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, menilai ekonomi Kalbar cukup tangguh di tengah ketidakpastian global. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen, dengan inflasi yang tetap terkendali.
Ia juga menyoroti pesatnya digitalisasi ekonomi. Jumlah merchant QRIS di Kalbar telah melampaui 500 ribu dengan jutaan transaksi, didominasi pelaku usaha mikro dan kecil.
Bagi pemerintah daerah dan Bank Indonesia, Saprahan Khatulistiwa bukan sekadar ajang promosi, tetapi simbol kolaborasi dalam memperkuat ekonomi berbasis budaya dan potensi lokal.




