triggernetmedia.com – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai pelaksanaan Pekan Raya Pontianak (PRP) kedua di Rumah Radakng memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“PRP mampu menjadi magnet masyarakat untuk hadir. Informasi yang saya terima, pengunjung selama pelaksanaan mencapai sekitar 20 ribu orang,” kata Satarudin saat menghadiri malam penutupan PRP di Pontianak, Rabu (13/5/2026) malam.
Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat terlihat hingga malam penutupan meski hujan mengguyur kawasan acara. Berbagai hiburan, arena permainan, dan kuliner UMKM menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Satarudin juga mengapresiasi keterlibatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak yang membuka layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama kegiatan berlangsung.
Ia menilai kolaborasi antara penyelenggara kegiatan dengan pemerintah daerah perlu diperkuat, termasuk dengan menghadirkan layanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, hingga instansi vertikal pada pelaksanaan PRP berikutnya.
“Selain menghidupkan UMKM, masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan publik dalam satu kegiatan,” ujarnya.
Satarudin berharap PRP pada tahun mendatang dapat digelar lebih besar dengan ruang UMKM yang lebih luas dan konsep hiburan yang lebih kreatif sehingga mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Ketua Panitia PRP Solihin mengatakan, selama 10 hari pelaksanaan, setiap pelaku UMKM kuliner dapat memperoleh omzet kotor hingga Rp20 juta. Tahun ini terdapat 65 stan UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Perputaran ekonomi selama kegiatan cukup besar dan membantu pelaku usaha di tengah kondisi ekonomi saat ini,” kata Solihin.
Ia menambahkan, pihak panitia akan berupaya memperluas kolaborasi dengan OPD, BUMN, dan instansi lainnya pada penyelenggaraan PRP tahun depan.




