triggernetmedia.com – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Forum ini menghasilkan sejumlah masukan terkait perbaikan layanan rumah sakit.
Direktur RSUD SSMA, Eva Nurfarihah, mengatakan hasil evaluasi triwulan pertama 2026 menunjukkan tren peningkatan kualitas layanan, meski jumlah responden masih perlu ditambah.
“Nilai pelayanan meningkat, tapi responden perlu diperbanyak agar hasilnya lebih representatif,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Ia menegaskan seluruh masukan akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Salah satu keluhan utama yang mencuat adalah antrean panjang di layanan farmasi. Keterbatasan tenaga dan sistem pelayanan yang baru berjalan setelah pemeriksaan dokter menjadi penyebab lamanya waktu tunggu.
“Antrean farmasi bisa mencapai 400 hingga 500 pasien per hari,” kata Eva.
Selain itu, sistem pendaftaran yang dibuka sejak pukul 00.00 WIB juga dinilai menyulitkan pasien karena waktu akses yang terbatas.
Eva menyebut pihaknya akan mengevaluasi mekanisme tersebut, meski sistem pendaftaran berkaitan dengan BPJS Kesehatan.
“Ke depan akan kami carikan solusi agar pasien lebih nyaman, termasuk kemungkinan penyesuaian waktu pendaftaran,” ujarnya.
RSUD SSMA menyatakan akan segera menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut, terutama terkait antrean obat dan sistem pendaftaran, guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat.




