triggernetmedia.com – Iran menyatakan akan melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat setelah kedua negara itu menyerang sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran, pada Sabtu pagi.
Kepada Reuters, juru bicara pemerintah Iran mengatakan serangan balasan akan berskala besar. Namun, ia tidak merinci bentuk maupun waktu serangan tersebut.
Ancaman serupa disampaikan Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi. Melalui media sosial X, Azizi memperingatkan bahwa perang ini tidak akan berakhir baik bagi Israel maupun Amerika Serikat.
“Kalian telah memulai sesuatu yang tidak bisa kalian kendalikan,” tulisnya.
Iran diperkirakan akan kembali menggunakan drone dan rudal untuk menyerang kota-kota di Israel, seperti yang dilakukan pada 2025. Selain itu, Teheran juga memiliki opsi menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk di Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania, serta armada laut AS di kawasan.
Namun, serangan ke pangkalan AS di negara lain berpotensi memperluas konflik, karena dapat dianggap sebagai serangan terhadap negara tempat pangkalan tersebut berada.
Sebelumnya, ledakan besar dilaporkan terjadi di sejumlah kota Iran, seperti Kermanshah, Tabriz, Isfahan, dan Karaj, setelah Israel dan Amerika Serikat mengumumkan operasi militer gabungan. Al Jazeera, mengutip media lokal Iran, menyebut serangan tersebut menyusul hantaman rudal ke Teheran.
Israel dan Amerika Serikat mengonfirmasi operasi militer tersebut sebagai serangan pendahuluan. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan operasi itu bertujuan meniadakan ancaman terhadap Israel.
Pasca-serangan, Israel menutup wilayah udaranya dan mengaktifkan sistem peringatan dini, sementara warga diminta bersiaga menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Iran.




