triggernetmedia.com – Ratusan guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Mereka menuntut peningkatan kesejahteraan serta pengakuan setara dalam sistem pendidikan nasional.
Dalam aksi tersebut, para guru menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah, yakni penghapusan diskriminasi terhadap guru madrasah swasta, pembukaan kuota penempatan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kelancaran pembayaran tunjangan sertifikasi, serta penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyelenggaraan pendidikan dan kesejahteraan guru madrasah.
Para peserta aksi datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dewi, guru madrasah asal Banjarnegara, Jawa Tengah, mengatakan banyak guru madrasah yang telah mengabdi puluhan tahun, namun belum mendapatkan kesejahteraan yang layak.
“Kami datang jauh-jauh menuntut keadilan kepada Bapak Presiden. Kami ingin guru madrasah disejahterakan dan diangkat menjadi PPPK. Kami juga memohon agar segera diterbitkan Inpres,” ujar Dewi.
Ia berharap Presiden sebagai kepala negara dapat mengambil langkah konkret untuk memperbaiki nasib guru madrasah swasta yang selama ini dinilai belum mendapatkan perlakuan setara dengan guru sekolah umum.
Aspirasi para guru tersebut mendapat respons dari DPR RI. Pimpinan Komisi VIII DPR RI menerima perwakilan PGMI untuk audiensi. Sekitar 30 guru dari berbagai daerah dijadwalkan masuk ke Gedung DPR RI pada pukul 12.00 WIB guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
Hingga siang hari, aksi unjuk rasa masih berlangsung sembari menunggu hasil audiensi dengan anggota dewan.




