triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan menyiapkan penerapan layanan angkutan umum massal berbasis jalan dengan skema By the Service (BTS). Program ini diharapkan menjadi solusi transportasi perkotaan yang aman, nyaman, dan terjangkau seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di kota tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim mengatakan, skema BTS merupakan program nasional yang digagas Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan layanan angkutan umum di kota-kota yang belum memiliki sistem transportasi massal memadai.
“Dalam skema BTS, pemerintah membeli layanan dari operator angkutan umum. Tujuannya untuk mengisi kekosongan layanan sekaligus menyediakan alternatif transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Yuli, Rabu (14/1/2026).
Menurut Yuli, layanan BTS di Pontianak akan dilengkapi dengan fasilitas Intelligent Transport System (ITS) yang memungkinkan masyarakat memantau posisi bus secara real time serta menyampaikan pengaduan layanan.
Selain itu, ITS juga memudahkan pemerintah dan pengelola dalam pengumpulan dan pengolahan data, termasuk pengawasan serta pengendalian operasional bus.
Yuli menambahkan, penerapan BTS merupakan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan pemerintah menjamin tersedianya angkutan umum sesuai standar pelayanan minimal.
Secara bertahap, armada BTS akan dilengkapi sistem keselamatan seperti Advanced Driver Assistance System (ADAS), Driver Status Monitoring (DSM), dan CCTV di seluruh sisi bus. ADAS berfungsi memberikan peringatan dini kepada pengemudi, antara lain saat keluar jalur dan potensi tabrakan.
Sementara itu, DSM mampu mendeteksi perilaku pengemudi, seperti mengantuk, merokok, atau menggunakan telepon genggam saat berkendara. Armada juga akan dilengkapi Automatic Passenger Counting untuk menghitung jumlah penumpang secara otomatis.
Pada tahap awal, Dishub Pontianak menetapkan dua koridor BTS, yakni rute Sungai Beliung–Terminal Nipah Kuning–Bangka Belitung Darat dan rute Kota Baru–Bangka Belitung Laut.
Dua koridor ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.




