triggernetmedia.com – Pemerintah mempercepat pelaksanaan program hilirisasi nasional pada awal 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, enam dari total 18 proyek strategis hilirisasi akan memulai peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Januari 2026.
“Rencananya akan ada di bulan Januari enam groundbreaking dari program hilirisasi. Selanjutnya akan dilanjutkan pada Februari dan Maret untuk menyelesaikan sekitar 18 proyek,” ujar Prasetyo, Rabu (7/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi dari berbasis ekspor bahan mentah menuju industri bernilai tambah.
Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan sektor pengelolaan limbah dan ketahanan energi. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (PLTSa) di 34 kabupaten/kota, terutama di daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari.
Selain itu, percepatan juga dilakukan pada proyek hilirisasi batu bara melalui pengembangan Dimethyl Ether (DME). Proyek ini bertujuan mengonversi batu bara menjadi gas sebagai substitusi LPG impor dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Dari total 18 proyek, sebanyak 12 proyek berasal dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk minerba dan transisi energi. Enam proyek lainnya berada di sektor pertanian dan perikanan.
Nilai investasi keseluruhan proyek diperkirakan mencapai Rp600 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 270.000 orang. Pemerintah juga menargetkan 67 persen proyek dibangun di luar Pulau Jawa guna mendorong pemerataan pembangunan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.




