triggernetmedia.com – Sejumlah kabar penting mewarnai sektor ekonomi sepanjang pekan ini hingga Kamis (11/9/2025). Pemerintah fokus pada revisi APBN 2026, diplomasi perdagangan internasional, serta terobosan di bidang energi terbarukan.
APBN 2026 Dikaji Ulang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan meninjau ulang draf APBN 2026. Tujuannya, menyesuaikan alokasi, terutama untuk meningkatkan transfer dana ke daerah.
Soal target defisit, Purbaya menegaskan masih terbuka untuk berubah, tergantung kebutuhan fiskal ke depan.
Negosiasi Tarif Impor ke AS
Indonesia akan mengupayakan penurunan tarif impor Amerika Serikat untuk komoditas strategis seperti minyak sawit, nikel, dan tembaga. Produk lain yang ikut diperjuangkan adalah udang, kayu, dan furnitur. Negosiasi akan berlangsung dalam pertemuan bilateral di Washington bulan ini.
Pertamina Geothermal Luncurkan Hidrogen Hijau
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) bersiap memproduksi hidrogen hijau di Lampung dengan kapasitas awal 100 kilogram per hari. Proyek ini, didukung Kementerian Investasi, menjadi bagian dari transisi energi bersih dan upaya menekan emisi karbon.
BI Jaga Stabilitas Rupiah
Di sisi moneter, Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan September. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas rupiah dan kepercayaan pasar.




