triggernetmedia.com – Belanda diguncang krisis politik setelah Menteri Luar Negeri, Caspar Veldkamp, mengumumkan pengunduran dirinya. Langkah mengejutkan ini diambil usai ia gagal mendapat dukungan kabinet untuk memberlakukan sanksi tambahan terhadap Israel atas peristiwa di Gaza dan Tepi Barat.
“Saya merasakan penolakan kabinet terhadap langkah-langkah tambahan yang diperlukan… Saya tidak lagi memiliki ruang untuk bekerja,” ujar Veldkamp, dikutip dari NOS.
Keputusan ini memperuncing ketegangan di tubuh pemerintahan Belanda. Menurut laporan media, kepercayaan kabinet terhadap Veldkamp sudah lama menurun, terutama setelah ia gagal mengamankan konsensus soal proposal sanksi tambahan yang sebelumnya dijanjikan ke parlemen.
Tak hanya itu, mundurnya Veldkamp juga menyeret partai asalnya, Kontrak Sosial Baru (NSC), yang memutuskan meninggalkan koalisi pemerintahan sebagai bentuk solidaritas. Situasi ini menandai keretakan besar di kabinet, sekaligus memperlihatkan sulitnya mencapai kesepakatan di Eropa terkait konflik Israel-Palestina.
Krisis ini menambah tekanan bagi Belanda di panggung internasional, sekaligus memicu pertanyaan soal arah kebijakan luar negeri negara tersebut di Timur Tengah.




