triggernetmedia.com, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Kalbar masa bakti 2025–2030 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (25/7/2025).
Dalam sambutannya, Krisantus mendorong IKAL Kalbar untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi, khususnya dalam memberikan masukan terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA).
“IKAL diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pengelolaan SDA agar lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujar Krisantus.
Ia juga menyoroti masih maraknya praktik ilegal dan keberadaan mafia SDA di Kalbar. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberantas aktivitas ilegal di sektor migas, tambang, dan hasil bumi lainnya.
“Kalimantan Barat bukan sekadar objek eksploitasi, tapi subjek penting dalam pembangunan nasional. Investor harus punya rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap daerah,” ujarnya.
Krisantus menegaskan bahwa kekayaan SDA di Kalbar harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, sesuai dengan amanat konstitusi.
Fokus Penguatan Nilai Kebangsaan
Ketua DPD IKAL Kalbar periode 2025–2030, Brigjen Pol (Purn) Rudi Trenggono, mengatakan bahwa pengurus baru akan fokus pada konsolidasi internal dan penguatan nilai kebangsaan, terutama di tengah tantangan ideologi global di era digital.
Menurut dia, generasi muda saat ini membutuhkan pendekatan baru dalam pendidikan kebangsaan. Metode konvensional dinilai kurang efektif, sehingga diperlukan cara yang lebih relevan, seperti pemanfaatan media sosial, diskusi publik, dan pendekatan berbasis komunitas.
“Perang ideologi kini berlangsung di ruang digital. Kami ingin hadir di ruang-ruang itu untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara,” ujar Rudi.
Selain itu, IKAL Kalbar juga berencana menyusun kajian akademis sebagai masukan kebijakan kepada pemerintah daerah. Potensi alumni dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi hingga praktisi, akan dioptimalkan dalam menjalankan program organisasi.
“IKAL bukan lembaga eksekutif, tapi mitra strategis pemerintah. Fokus kami pada isu ketahanan nasional, keamanan perbatasan, serta problem regional seperti migrasi dan ketenagakerjaan,” katanya.
Rudi berharap kehadiran IKAL Kalbar dapat menjadi pusat gagasan strategis sekaligus menjawab kekhawatiran akan minimnya figur pemimpin daerah.
“Figur pemimpin daerah ada, tinggal dikonsolidasikan. Alumni Lemhannas merupakan kader pemimpin masa depan,” ujarnya.




