Selasa, 17 Maret 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Headline

Pembahasan Kilat RKUHAP Dikritik: YLBHI Sebut Sebagai Warisan Terburuk Pemerintahan

Pelemahan Hak Sipil dalam RKUHAP Baru

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
14 Juli 2025
in Headline, Nasional, Sorotan, Sospolhukam
0
Pembahasan Kilat RKUHAP Dikritik: YLBHI Sebut Sebagai Warisan Terburuk Pemerintahan

Ilustrasi rapat di DPR RI: Pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) di DPR RI menuai kritik tajam oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia [Suara.com/Foto: Antara]

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com, JAKARTA – Pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) oleh DPR RI menuai kritik keras dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Proses yang berlangsung cepat dan tertutup ini dinilai mengabaikan prinsip negara hukum dan hak asasi manusia. YLBHI bahkan menyebutnya sebagai salah satu “warisan terburuk” dari pemerintahan Presiden Prabowo dan DPR pasca-reformasi.

Selama dua hari, 10–11 Juli 2025, DPR membahas 1.676 daftar isian masalah tanpa pelibatan publik yang memadai. Menurut YLBHI, proses ini tidak mencerminkan kehati-hatian dalam menyusun undang-undang yang berdampak langsung pada jutaan warga.

Related posts

Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas

Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas

16 Maret 2026
Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak

Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak

16 Maret 2026

“Draf RKUHAP muncul tiba-tiba dan disepakati dalam waktu singkat, tanpa pembahasan terbuka. Bahkan sejumlah anggota DPR mengaku tidak mengetahui asal-usul draf tersebut,” tegas YLBHI dalam rilis resmi, Minggu (13/7/2025).

Lebih dari sekadar prosedural, substansi RKUHAP yang tengah dibahas dinilai berbahaya. Sejumlah pasal memperluas kewenangan aparat penegak hukum secara signifikan, mulai dari penangkapan hingga tujuh hari, penahanan tanpa izin pengadilan, penyitaan dan penggeledahan atas dasar “keadaan mendesak” versi penyidik, hingga penyadapan tanpa pengawasan ketat.

Hak-hak dasar warga juga tergerus. Misalnya, hak memilih kuasa hukum dihapus, digantikan oleh penunjukan langsung oleh penyidik. Bantuan hukum pun hanya tersedia bagi tersangka miskin dengan ancaman pidana di bawah lima tahun. Kelompok rentan tak mendapat perlindungan khusus.

Posisi kepolisian sebagai penyidik utama diperluas untuk hampir seluruh tindak pidana, bahkan TNI juga diberi ruang sebagai penyidik perkara umum. Sementara mekanisme pengawasan independen tidak diperkuat.

YLBHI bersama jaringan LBH se-Indonesia menuntut agar Presiden dan DPR segera menghentikan pembahasan RKUHAP dan menarik draf tersebut dari proses legislasi. Mereka menyerukan agar penyusunan ulang dilakukan secara terbuka, melibatkan publik, akademisi, dan lembaga negara seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, LPSK, hingga Komisi Yudisial.

“RKUHAP bukan sekadar dokumen hukum. Ia akan menentukan bagaimana hukum dijalankan—apakah berpihak pada keadilan atau menjadi alat kekuasaan,” tegas YLBHI.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: Ancaman kebebasan sipil IndonesiaDraf RKUHAP bermasalahHak asasi manusia IndonesiaHak warga sipil dalam hukum acara pidanaKoalisi sipil tolak RKUHAPKritik LBH dan masyarakat sipilKritik terhadap RKUHAPKuasa hukum ditunjuk penyidikPartisipasi publik dalam legislasiPembahasan kilat RKUHAPPenahanan tanpa izin pengadilanPenangkapan 7 hari RKUHAPPenyadapan tanpa pengawasanPenyalahgunaan kewenangan aparatPolisi penyidik utama RKUHAPProses hukum tidak transparanProses legislasi DPR RIReformasi hukum era PrabowoReformasi KUHAPRKUHAP 2025YLBHI RKUHAP
Previous Post

Dari Luar Negeri, Presiden Prabowo Pimpin Ratas Bahas Cuaca Ekstrem hingga Sekolah Rakyat

Next Post

Ahmad Muzani: Saatnya Evaluasi Konstitusi dan Perkuat Sinergi Lembaga Negara Jelang 2045

Next Post
Ahmad Muzani: Saatnya Evaluasi Konstitusi dan Perkuat Sinergi Lembaga Negara Jelang 2045

Ahmad Muzani: Saatnya Evaluasi Konstitusi dan Perkuat Sinergi Lembaga Negara Jelang 2045

Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas

Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas

16 Maret 2026
Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak

Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak

16 Maret 2026
Pemerintah Bahas Kerja Fleksibel ASN dan Sekolah Daring untuk Hemat BBM

Pemerintah Bahas Kerja Fleksibel ASN dan Sekolah Daring untuk Hemat BBM

16 Maret 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas
  • Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak
  • Pemerintah Bahas Kerja Fleksibel ASN dan Sekolah Daring untuk Hemat BBM

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas

Pemerintah Kaji Windfall Tax bagi Perusahaan yang Diuntungkan Lonjakan Harga Komoditas

16 Maret 2026
Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak

Pemerintah Kaji Efisiensi Anggaran K/L Imbas Kenaikan Harga Minyak

16 Maret 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600