triggernetmedia.com – Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Nugraha Gumilar, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait kasus pengemudi Fortuner berpelat TNI yang menabrak mobil wartawan dan mengaku sebagai adik jenderal.
Nugraha memastikan bahwa pelat nomor tersebut palsu.
Dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (16/4), Mayjen Nugraha menyatakan bahwa setelah dilakukan penelusuran oleh Puspom TNI, pelat dinas dengan nomor registrasi 84337-00 terdaftar atas nama Asep Adang, seorang Purnawirawan Pati.
Namun, pelat tersebut dinilai palsu.
“Puspom TNI telah melakukan pengecekan di sistem database Regident Korlantas Mabes Polri, mobil tersebut terdaftar dengan nama pemilik Asep Adang yang kemudian diketahui sebagai seorang Purnawirawan Pati,” ungkap Mayjen Nugraha.
Meski demikian, pemilik asli pelat nomor tersebut, Asep Adang, sudah melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya.
“Pengemudi arogan yang menggunakan pelat dinas Mabes TNI ternyata pelat dinas palsu. Pemilik asli sudah melapor ke kepolisian karena merasa dirugikan,” tambahnya.
Dalam keterangan resminya, Asep Adang juga menegaskan bahwa ia tidak mengenal pengemudi Fortuner yang mengaku sebagai anak jenderal dan tidak memiliki hubungan dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengemudi tersebut.
Insiden tabrakan ini pertama kali dibagikan oleh akun Twitter @tantekostt. Pengemudi Fortuner berpelat TNI tersebut menabrak mobil wartawan yang ditumpanginya di KM 57 Tol Cikampek.
Akun @tantekostt mengungkapkan bahwa pengemudi tersebut tidak hanya menabrak sekali, namun ada unsur kesengajaan dalam tabrakan tersebut.
Video yang dibagikan oleh @tantekostt menunjukkan pengemudi Fortuner marah-marah dan mengklaim memiliki kakak jenderal.
Setelah mengetahui penumpang mobil yang ditabraknya adalah seorang jurnalis, pengemudi tersebut langsung pergi.
Kapuspen TNI menegaskan bahwa pengemudi Fortuner yang arogan tersebut adalah warga sipil dan tidak memiliki hubungan dengan pemilik asli pelat dinas.
“Tidak benar (pernyataan pengemudi Fortuner),” tegas Mayjen Nugraha.
Kini, Polda Metro Jaya tengah mengusut lebih lanjut kasus ini untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya dan apa motif di balik insiden tabrakan tersebut.




