triggernetmedia.com – Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, memimpin acara jalan sehat bersama penyandang disabilitas di GOR Pangsuma Pontianak, Minggu (3/12).
Acara tersebut menjadi wujud nyata dari komitmen kuat untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Mohammad Bari dalam sambutannya menyatakan bahwa HDI adalah momentum penting yang mengingatkan semua pihak tentang perlunya inklusi yang lebih luas bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, dalam membangun Indonesia yang inklusif.
Dalam konteks ini, dia menyoroti peran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta penyempurnaan Perda Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2014 yang segera disahkan.
Kedua regulasi tersebut memberikan ruang yang besar bagi penyandang disabilitas di Kalimantan Barat.
“Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk menegaskan kepedulian dan memperkuat solidaritas dalam meletakkan dasar yang kuat bagi perlindungan penyandang disabilitas,” ujar Pj. Sekda Provinsi Kalbar.
Menurutnya, pembangunan inklusi bagi penyandang disabilitas tidak hanya bertujuan untuk mengatasi ketidakmerataan, tetapi juga untuk memperkuat tatanan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan.
Bari menyampaikan harapannya bahwa dengan ruang dan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah, penyandang disabilitas dapat memanfaatkan peluang ini untuk membangun kemandirian dan pemberdayaan diri.
Dia juga menekankan perubahan paradigma masyarakat terhadap disabilitas, bukan lagi sebagai objek yang patut dikasihani, tetapi sebagai subjek yang kreatif, inovatif, dan mandiri.
Dia juga membanggakan prestasi penyandang disabilitas dalam berbagai bidang, seperti olahraga yang telah mengharumkan nama daerah dan negara di mata dunia.
Pj. Sekda Provinsi Kalbar juga mengajak berbagai organisasi sosial seperti PPDI, NPCI, Pertuni, Gergatin, HWDI, dan lembaga lainnya untuk menjadi wadah bagi penyandang disabilitas dalam memperjuangkan hak-haknya serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Provinsi Kalimantan Barat akan terus berupaya mendorong peningkatan pelayanan serta dalam penyediaan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas,” tegasnya.





