triggernetmedia.com – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak bersama Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Komite Keperawatan RSUD Kota Pontianak telah sukses menggelar Workshop Keperawatan dengan tema ‘Stroke Management and Bedside Swallowing Screening Test’. Acara ini berlangsung di Aula RSUD SSMA, Rabu (25/10).
Workshop ini menjadi bagian dari serangkaian kegiatan yang merayakan Hari Jadi ke-252 Kota Pontianak dan HUT ke-11 RSUD SSMA Kota Pontianak.
Reza Juliandi, Ketua Panitia Workshop, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang mengalami stroke.
“Hal ini sangat penting karena dalam penanganan stroke ada yang namanya golden periode (episode emas),” ungkapnya.
Jika penanganan dilakukan dengan benar selama periode ini, risiko kematian dan kecacatan yang dialami oleh pasien dapat diminimalisir.
Dokter Spesialis Saraf, Achmad Faqih, menjadi salah satu pemateri dalam workshop ini. Dia menjelaskan pentingnya mendeteksi gejala stroke dengan cepat dan segera membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang memadai untuk penanganan stroke.
Achmad Faqih juga membagikan teknik Mnemonik ‘SEGERA KE RS’, yang membantu mengingat gejala stroke. Akronim ini mencakup (SE)nyuman perot atau tidak simetris, (GE)rakan tangan atau kaki melemah, sua(RA) sulit keluar atau sulit berbicara, (KE)semutan mendadak pada setengah tubuh, (R)abun mendadak, (S)akit kepala hebat tiba-tiba.
Pemateri lain, Inaniyah, menjelaskan bahwa salah satu gejala stroke adalah gangguan menelan (disfagia). Gangguan ini dapat berisiko menyebabkan pasien tersedak jika tidak dikenali dengan cepat dan ditangani oleh tenaga kesehatan.
“Dikarenakan pasien mendapatkan asupan melalui mulut sehingga air ataupun makanan yang diberikan masuk ke paru-paru,” jelasnya.
Selama workshop, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga melakukan simulasi atau praktek mengenai cara melakukan tes fungsi menelan pada pasien stroke. Praktek ini dipimpin oleh Ns Inaniyah dan melibatkan tim dari rawat inap Stroke Care Center (SCC).




