triggernetmedia.com – Dalam suasana khidmat, Kota Pontianak merayakan peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Upacara berlangsung di Lapangan Keboen Sajoek PSP, sebuah tempat bersejarah yang dipilih sebagai lokasi acara.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dengan penuh makna, mengartikan peringatan proklamasi kemerdekaan sebagai momen untuk memahami sejarah pengorbanan pahlawan.
“Generasi muda khususnya harus belajar dan mengambil pelajaran dari sejarah ini untuk meningkatkan kualitas diri, mengingat banyak tantangan yang perlu dihadapi,” ucap Edi usai menjadi Inspektur Upacara.
Edi menyoroti beberapa pencapaian signifikan dalam pembangunan Kota Pontianak yang melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Meski begitu, ia tidak mengabaikan berbagai persoalan yang masih perlu perhatian, termasuk isu stunting, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
“Di tengah tahun politik, kita berharap tetap menjadi bangsa yang damai dan sejahtera,” tambahnya.
Namun, peringatan 17 Agustus kali ini diramaikan oleh kabut asap akibat kebakaran lahan. Edi mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar guna menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Meskipun demikian, ia tetap mendorong partisipasi warga dalam peringatan kemerdekaan, termasuk mengadakan acara lomba.
“Saya mengharapkan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tidak berlebihan dalam merayakan, tetap dalam batas yang wajar,” lanjutnya.

Saat pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Pontianak, semangat persatuan dirasakan oleh semua yang hadir. Barisan tegak dan seragam Paskibra memberikan semangat yang luar biasa.
Salah satu anggota Paskibra, Rafeyfa Asyla Adrina, yang bertugas sebagai pembawa baki pengibaran, mengakui rasa gugup namun juga bangga dalam menjalankan tugasnya. Latihan intensif dan persiapan selama 10 hari membawa hasil yang memuaskan dalam momen pengibaran bendera.
“Kami menjalani karantina selama 10 hari, latihan tiap hari di Lapangan Keboen Sajoek PSP dari pagi hingga siang,” ungkap Rafeyfa, siswi kelas 11 di MAN 1 Pontianak.
Keterpilihannya sebagai anggota Paskibra dan bahkan menjadi pembawa baki pengibaran adalah suatu kebanggaan yang tak terduga bagi Rafeyfa. Ia berbagi perjalanan seleksi yang melibatkan ujian fisik dan mental.
Rafeyfa berharap momen Peringatan Kemerdekaan ke-78 ini akan menjadi awal dari kesuksesan yang lebih besar. “Melalui berbagai ujian dan seleksi, akhirnya aku dan lima rekan lainnya berhasil terpilih. Saya harap dapat membuat orang tua bangga,” tutupnya dengan senyuman.
sumber berita: kominfo/prokopim



