triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, beserta Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, turut hadir dalam acara pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (DPP MABM KB) periode 2023-2028. Acara yang digelar Minggu (13/8), di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat ini berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Dalam acara tersebut, tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta, juga turut menghadiri dan memberikan pandangannya terhadap pentingnya peran MABM dalam meningkatkan produktivitas masyarakat serta memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi di daerah ini.
Chairil Effendy terpilih kembali sebagai Ketua Umum DPP MABM KB setelah melalui musyawarah sebelumnya. Dalam pidato pembukaannya, Gubernur Sutarmidji memberikan apresiasi kepada DPP MABM KB atas upayanya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya melayu di Kalimantan Barat.
Gubernur Sutarmidji juga menyampaikan pandangannya tentang tantangan yang dihadapi selama masa jabatannya bersama Wakil Gubernur Ria Norsan, terutama dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19 yang melanda.
Meskipun terdapat hambatan, namun Kalimantan Barat berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah melalui ketergantungan yang lebih baik terhadap pemerintah pusat.
“Saya yakin, ketika ini berjalan baik, kita bisa mencapai 70 persen,” ungkap Sutarmidji, mengacu pada target kemampuan fiskal yang lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua terpilih DPP MABM KB, Prof. Chairil Effendy, berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam memajukan budaya melayu dan menjaga nilai-nilai adat yang menjadi identitas daerah.
“Melayu itu, artinya orang yang kenal diri, yang tau diri, yang paham asal dan dirinya akan kembali. Karenanya menjaga diri, menundukkan diri di tengah majelis Menjaga tutur kata, etika hidup bersama, tenggang rasa dan berkarya untuk kemajuan keluarga, masyarakat dan negara tercinta”, tutur Chairil.
Oesman Sapta, atau OSO, yang juga hadir dalam acara ini, memberikan pesan mengenai peran MABM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial di Kalimantan Barat.
“Inilah perlunya budaya dalam negeri, untuk bisa mengintervensi budaya dari luar, yang tak sesuai dengan bangsa kita. Nanti Kita serahkan prof chairil, tugasnya, tentu budaya melayu harus tersentuh dan menyentuh suku – suku lain, bagaimana kita bisa membangun kolaborasi bersama untuk membangun bangsa”, pungkasnya.



