triggernetmedia.com – Gelaran Pertandingan Memanah Tradisional Sempena Festival Maal Hijrah 1445 H yang diadakan di Taman Arena DBKU Bukit Siol, Kuching pada 29 Juli 2023 lalu, berhasil mencatatkan prestasi gemilang bagi para pemanah asal Kalimantan Barat (Kalbar).
Dalam ajang yang diikuti oleh sekitar 86 orang pemanah dari berbagai daerah, wakil-wakil dari Perkumpulan Pemanah Berkuda (PERDANA) Indonesia menjadi bintang utama dengan meraih beberapa gelar juara.
Kategori pemanah lelaki menjadi milik Syamsul Bahri Ali, yang berhasil meraih top score sekaligus memenangi juara 1 untuk kategori tersebut.
Sedangkan di kategori wanita, Herfita tampil gemilang dan mengukuhkan dirinya sebagai juara 1.
Tidak hanya itu, juara 6 untuk kategori wanita lainnya diraih oleh Diensya Nofianti, menambah kebanggaan bagi Indonesia.
Sementara untuk kategori berpasukan, tim dari PERDANA Indonesia berhasil meraih juara 2 dengan penampilan yang mengesankan.

Selain itu, gelar Pemanah Bertuah pun tidak luput dari genggaman pemanah Indonesia. Risan Syakirin dan Agus Salim berhasil menyabet gelar tersebut dengan kemampuan memanah yang luar biasa.
Ketua DPD PERDANA Kalbar, Syamsul Bahri, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan timnya dalam ajang tersebut.
“Alhamdulillah, bendera Indonesia berkibar di Kuching, dua game yang diperlombakan berhasil PERDANA menangkan, baik dalam game individu maupun berkelompok. Kategori lelaki juara 1, kategori wanita juara 1 dan 6, sedangkan untuk game berkelompok berhasil meraih juara 2. Selain itu, 2 orang anggota PERDANA juga berhasil meraih gelar Pemanah Bertuah,” ucapnya dengan bangga.
Dalam pertandingan yang diselenggarakan oleh Dewan Bandaraya Kuching Utara bekerja sama dengan Kelab Pemanah RSPT, para pemanah dari DPD PERDANA Kalbar mewakili PERDANA Indonesia dengan gemilang.
Mereka berasal dari beberapa klub di Kab Kubu Raya, Mempawah dan Seluas. Sementara itu, pemanah lainnya datang dari berbagai daerah seperti Kuching, Sibu, Betong, Sri Aman, Samarahan, Lundu, dan Serian.
Upacara penyerahan hadiah dilakukan oleh Datu Haji Junaidi bin Haji Reduan, Datuk Bandar Kuching Utara, yang memberikan apresiasi kepada para pemanah atas prestasi luar biasa mereka dalam memanah tradisional.




