triggernetmedia.com – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai telah menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini semakin menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, yang bertemu dengan Arief Mulyadi, Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Jumat (16/12/2022), di Istana Negara.
Pada kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan bagaimana PNM Mekaar telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada 2016, nasabah PNM Mekaar hanya mencapai angka 500 ribu dan kini telah mencapai pertumbuhan signifikan, yaitu 13,5 juta nasabah.
Oleh karena itu, Jokowi menargetkan PNM mencapai di atas 20 juta nasabah pada 2024.
“Jangan sampai ada pendapat yang mengatakan, pemerintah tidak perhatian pada yang mikro, yang kecil-kecil, keliru besar sekali,” ucap Jokowi. Seperti dinukil pada laman suara.com.
Melalui perhitungannya, Jokowi yakin bahwa 90 persen nasabah PNM Mekaar didominasi ibu-ibu, yang sebagian besar dana pinjaman dipakai untuk berjualan gorengan, mi, jualan di pasar, membuka warung di kampung, dan usaha produktif lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Jokowi berharap, PNM Mekaar bisa naik kelas ke kredit usaha rakyat (KUR), agar mendapatkan plafon pinjaman yang lebih besar.
Sebenarnya amanat ini telah disampaikan Jokowi kepada Arief di awal tahun, dan PNM sendiri telah berusaha mengoptimalkannya dengan bergabung dalam Holding Ultra Mikro.
Sinergi PT PNM, Pegadaian, dan BRI diyakini ikut membantu mendongkrak realisasi target tersebut secara signifikan tiap tahunnya.
Melalui sinergi ini, PNM telah menerima berbagai berkah positif, diantaranya biaya kredit yang lebih rendah dan jangkauan yang semakin luas.
Jokowi membanggakan program ini, karena dinilai cocok diterapkan di Indonesia dan telah berhasil memenuhi ekspektasi pemerintah untuk ikut berperan membantu akses permodalan ke sebanyak mungkin pelaku-pelaku usaha ultra mikro di sektor ekonomi informal Indonesia, bahkan membantu pengentasana kemiskinan ekstrem.
Bentuk konsistensi PNM mendukung perekonomian dengan total nasabah hingga 30 November 2022, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp164,66 triliun kepada nasabah PNM Mekaar, yang berjumlah 13,61 juta. Saat ini, PNM memiliki 4.213 kantor layanan PNM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 513 kabupaten/kota, dan 6.642 kecamatan.




