triggernetmedia.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Banda Kolaga menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Pemulihan Hutan dan Lahan Melalui Kebun Bibit Rakyat (KBR) Bersama Komisi IV DPR RI Tahun 2022 di Kabupaten Landak.
Kegiatan Bimtek tersebut merupakan Kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dirjen PDASRH dengan Anggota Komisi IV DPR RI Maria Lestari, di Hotel Grand Landak. Kamis (20/10/2022).
Mewakili Pemkab Landak, Banda Kolaga mengapresiasi panitia penyelenggara yang dinilai dapat membangkitkan semangat kelompok masyarakat dalam mewujudkan kondisi alam yang lestari demi terciptanya kualitas lingkungan hidup yang lebih baik lewat bimtek tersebut.
“Pemulihan hutan dan lahan adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan guna meningkatkan daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam menjaga sistem penyangga kehidupan,” sebut Banda.
Dijelaskannya, Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan program pemerintah untuk menyediakan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat, terutama di pedesaan. Bibit hasil Kebun Bibit Rakyat selanjutnya digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan penghijauan lingkungan.
“Sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Landak dalam mendukung program Folu Net Sink 2030 yang dicanangkan Pemerintah Pusat, besar harapan saya agar program ini dapat berjalan dengan baik karena saat ini masih banyak lahan kritis di Kabupaten Landak. Tercatat hingga tahun 2022 ada sekitar kurang lebih 5000 hektar total lahan kritis indikatif tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Landak,” papar Banda.
Menurutnya diperlukan upaya yang komprehensif dalam upaya penghijauan lingkungan yang dimulai dari menyiapkan bibit yang baik, menanam hingga merawatnya agar menjadi pohon yang kemudian membentuk suatu ekosistem penyangga bagi kehidupan.
“Oleh karena itu kita patut bersyukur dengan adanya program pemulihan hutan dan lahan melalui Kebun Bibit Rakyat karena melalui kegiatan ini kelak dapat kita hasilk tanaman-tanaman berkualitas yang dapat membantu meningkatkan tutupan lahan di Kabupaten Landak seperti yang telah diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Ia juga berharap para narasumber yang hadir pada kesempatan ini dapat membagikan pengetahuan kepada para peserta bimbingan teknis dan diharapkan pula kepada para peserta untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin.
“Diharapkan nantinya ini paling tidak bisa mengatasi kelangkaan dan kekurangan bibit. Jadi, saya harapkan nanti bahwa komunikasi dan koordinasi dari semua pihak tetap terjalin dengan baik,” pungkas banda.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Maria Lestari mengimbau kepada masyarakat terutama para kelompok tani untuk turut menjaga lingkungannya terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS).
“Kalau tidak terjaga ekosistem yang hidup akan semakin berkurang. Maka dari itu saya membantu masyarakat melalui bantuan Kebun Bibit Rakyat. Oleh karena itu diharapkan bagi masyarakat lokal untuk juga turut menanam pangan lokal,” ujar Maria.
Menurutnya kegiatan ini merupakan kegiatan swadaya masyarakat sehingga kegiatan ini harus dapat berjalan dengan baik. Bibit yang dihasilkan dari Kebun Bibit Rakyat digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan penghijauan lingkungan.
“Kepada peserta yang hadir mengikuti bimtek hari ini diharapkan untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan benar, apa yang nanti pemateri sampaikan harus dilaksanakan dan ditindaklanjuti di lapangan,” pesan Maria Lestari.
“Saya harap kepada para penerima KBR nantinya mendapatkan hasil yang baik dan berbuah. Jika ditanam dengan baik, pastinya menghasilkan dan mendatangkan profit. Tadi kita mendengar ada beberapa bibit yang sudah disalurkan yaitu bibit pinang, petai, jengkol, dan sebagainya,” katanya menambahkan.




